Final Liga Europa tahun ini dipastikan menyajikan pertarungan sengit yang sarat emosi. Baik Tottenham Hotspur maupun Manchester United, sama-sama berambisi menutup musim dengan trofi. Foto: Ilustrasi/uefa.com
Tottenham memburu trofi Eropa pertama sejak 1984, sementara United bertekad mengulang kesuksesan tahun 2017 dan menebus luka dari kekalahan final 2021. Kedua tim Inggris juga saat ini berada di luar zona Liga Champions dalam klasemen Premier League.
Artinya, memenangi final ini menjadi satu-satunya tiket langsung menuju Liga Champions musim depan. Dengan dua manajer penuh karakter, dua skuad bertalenta, dan sejarah yang membayangi, final Liga Europa tahun ini dipastikan menghadirkan pertarungan ketat.
Laga penuh gengsi ini akan tersaji di Stadion San Mames, Bilbao, pada Kamis (22/5/2025) dini hari pukul 02.00 WIB. Ini menjadi final Liga Europa kedua yang mempertemukan sesama klub asal Inggris.
Dikutip dari laman UEFA.com, Manajer Spurs, Ange Postecoglou, sempat menyatakan di awal musim bahwa ia selalu memenangkan sesuatu di tahun kedua. Kini, hanya satu kemenangan lagi yang memisahkan Tottenham dari pembuktian ramalan itu.
Spurs tampil meyakinkan di babak semifinal dengan kemenangan agregat 5-1 atas klub Norwegia,Bodo/Glimt, termasuk kemenangan tandang 2-0 di Lingkar Arktik. Dominic Solanke, penyerang Inggris yang sedang on fire, mencetak gol dalam tiga laga beruntun, sementara kiper Guglielmo Vicario nyaris tak diuji di semifinal.
Secara head-to-head, Tottenham juga unggul atas United musim ini. Mereka menang tiga kali di dua kompetisi berbeda, yakni 3-0 di Old Trafford pada awal musim Premier League, serta dua kemenangan atas tim asuhan Rúben Amorim setelahnya, masing-masing 4-3 di perempat final Piala Liga dan 1-0 dalam laga liga.
Tottenham sedang mengincar trofi besar pertama sejak Piala Liga 2008, dan ini menjadi kesempatan emas setelah musim di liga domestik yang kurang memuaskan. Kemenangan di final ini juga menjadi satu-satunya jalan bagi Spurs untuk tampil di kompetisi Eropa musim depan.
Final Eropa terakhir Spurs terjadi di Liga Champions 2019 saat mereka kalah 0-2 dari Liverpool. Kini, para fans berharap era baru di bawah Postecoglou bisa menghadirkan kejayaan yang sudah lama dinanti.
“Kami ingin memberi para pendukung harapan dan sesuatu untuk diimpikan. Kami percaya bisa melakukan sesuatu yang istimewa tahun ini,” kata Postecoglou dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Namun, lawan yang dihadapi juga tidak mudah. Meski gagal total di liga domestik, tapi Setan Merah benar-benar menyeramkan di Liga Europa, dimana tidak terkalahkan sepanjang musim.
Stadion San Mames juga menyimpan kenangan manis bagi United berkat kemenangan atas Athletic Bilbao di babak sebelumnya. Namun pelatih dan pemain sadar bahwa ini bukan jaminan kemenangan.
“Kami pernah bermain di sana, tapi saya rasa itu tidak memberi keuntungan. Kami harus tetap fokus,” ujar Rasmus Hojlund, yang tampil impresif sejak fase gugur.
Manchester United memiliki lini depan tajam, dengan total 12 gol dari tiga laga terakhir di Liga Europa. Bruno Fernandes memimpin daftar top skor dengan 7 gol, sementara Hojlund menguntit di belakang bersama enam pemain lain yang mencetak enam gol.
Kehadiran kembali Mason Mount dan Amad Diallo usai cedera menambah opsi serangan Setan Merah. Mount mencetak dua gol di semifinal, dan Diallo menyumbang satu assist.
Manchester United juga punya kenangan manis di final 2017 saat menaklukkan Ajax 2-0 dan meraih trofi pertama mereka di ajang ini. Menariknya, pemain seperti Andre Onana dan Matthijs de Ligt yang kini membela United, dulu menjadi lawan saat mereka membela Ajax di final tersebut.
Namun, mereka juga membawa luka dari final 2021, saat kalah adu penalti 10-11 dari Villarreal setelah bermain imbang 1-1. Dalam final 2021, Bruno Fernandes menjadi kapten tim, sementara Luke Shaw, Victor Lindelof, serta Amad Diallo dan Harry Maguire (cadangan) masih jadi bagian skuad saat ini. Memori kekalahan itu bisa menjadi penyemangat untuk tampil habis-habisan kali ini.
Lantas, siapa yang akan mencetak sejarah di Bilbao? Spurs yang haus gelar atau Setan Merah yang ingin menebus masa lalu? Semua akan terjawab di San Mames.