Nigeria akan menantang tuan rumah Maroko pada semifinal Piala Afrika 2025 di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Kamis (15/1/2026) dini hari pukul 03.00 WIB. Foto: CAF
JAKARTA, (ERAKINI) –Nigeria akan menantang tuan rumah Maroko pada semifinal Piala Afrika (AFCON 2025) di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Kamis (15/1/2026) dini hari pukul 03.00 WIB.
Super Eagles memburu gelar keempat, sementara Maroko berambisi mengakhiri puasa trofi sejak 1976 di hadapan publik sendiri.
Menariknya, kedua tim sama-sama belum terkalahkan sepanjang turnamen. Nigeria menyapu bersih lima pertandingan, sementara Maroko mencatat empat kemenangan dan satu hasil imbang.
Menurut catatan konfederasi sepakbola Afrika, CAF, pertemuan ini menjadi yang keenam bagi kedua tim di ajang Piala Afrika, dengan lima pertemuan sebelumnya selalu menghasilkan pemenang.
Ini juga merupakan pertemuan pertama Nigeria dan Maroko di Piala Afrika dalam 22 tahun terakhir, sekaligus menjadi kali kedua kedua tim berjumpa di babak semifinal.
Empat dari lima pertemuan sebelumnya di Piala Afrika terjadi pada fase grup, yakni pada edisi 1976 (dua laga), 2000, dan 2004.
Kedua tim pertama kali bertemu di Piala Afrika 1976 pada babak grup. Saat itu, Maroko memenangi kedua laga dengan skor 3-1 dan 2-1 dalam perjalanan mereka meraih satu-satunya gelar juara Piala Afrika hingga kini.
Pada pertemuan di babak semifinal edisi 1980, Nigeria keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0 berkat gol Felix Owolabi pada menit ke-9, yang mengantar mereka menuju gelar juara pertama.
Keduanya kembali berjumpa di Piala Afrika 2000, ketika Nigeria menyingkirkan Maroko pada laga terakhir Grup D lewat kemenangan 2-0. Finidi George dan Julius Aghahowa mencatatkan nama di papan skor untuk Super Eagles.
Pertemuan terakhir kedua tim di Piala Afrika terjadi pada fase grup edisi 2004. Saat itu, Maroko menang 1-0 pada laga pembuka Grup D melalui gol tunggal Youssef Hadji pada menit ke-77.
Nigeria telah sepuluh kali menghadapi tuan rumah atau tuan rumah bersama Piala Afrika, dengan catatan tiga kemenangan, tiga hasil imbang, dan empat kekalahan.
Nigeria menghadapi tuan rumah Piala Afrika untuk turnamen kedua secara beruntun, setelah sebelumnya bertemu Pantai Gading pada edisi 2023, baik di fase grup maupun final. Nigeria menang 1-0 di fase grup, namun kalah 1-2 di partai final.
Nigeria juga pernah menaklukkan tuan rumah pada edisi 2002 dengan mengalahkan Mali 1-0 dalam perebutan tempat ketiga, serta mencatat kemenangan fase grup atas Senegal dengan skor 2-1 pada 1992.
Empat kekalahan Nigeria dari tuan rumah terjadi saat menghadapi Aljazair dua kali pada 1990 (fase grup dan final), serta kalah dari Ghana pada perempat final 2008 dan Pantai Gading pada final 2023.
Nigeria juga tiga kali bermain imbang melawan tuan rumah, yakni melawan Ghana pada 1978, Mali pada fase grup 2002, dan Tunisia pada semifinal 2004 (1-1), sebelum akhirnya kalah lewat adu penalti.
Di fase gugur Piala Afrika, Nigeria telah lima kali menghadapi tuan rumah dan hanya sekali menang, yakni atas Mali pada perebutan tempat ketiga edisi 2002. Mereka tiga kali kalah dalam waktu normal—melawan Aljazair pada final 1990, Ghana pada perempat final 2008, dan Pantai Gading pada final 2023—serta sekali kalah lewat adu penalti dari Tunisia pada 2004.
Laga ini menjadi pertandingan fase gugur ketiga Nigeria secara langsung melawan tuan rumah, setelah sebelumnya kalah adu penalti dari Tunisia pada semifinal 2004 dan kalah dari Ghana pada perempat final 2008.
Secara keseluruhan, ini merupakan pertemuan ke-12 antara Nigeria dan Maroko, dengan Maroko unggul rekor enam kemenangan, sementara Nigeria meraih tiga kemenangan dan dua laga lainnya berakhir imbang.
Kedua hasil imbang tersebut berakhir tanpa gol dan terjadi pada babak kualifikasi Piala Afrika 1984 putaran kedua dalam dua leg. Nigeria lolos setelah menang adu penalti usai agregat imbang 0-0.
Menariknya, tujuh dari 11 gol yang tercipta dalam lima pertemuan kedua tim di Piala Afrika terjadi pada babak kedua.