Como 1907 mendadak jadi perhatian pecinta sepakbola di Indonesia setelah berhasil promosi ke Serie A untuk pertama kalinya sejak musim 2002/2003. Foto: X @MenInBlazers
JAKARTA, (ERAKINI) - Como 1907 mendadak jadi perhatian publik pecinta sepakbola di Indonesia setelah klub berjuluk Lariani berhasil promosi ke Serie A Italia untuk pertama kalinya dalam 21 tahun terakhir. Pasalnya Como merupakan milik konglomerat Indonesia Hartono bersaudara.
Didirikan pada 25 Mei 1907, klub ini awalnya bernama Calcio Como dan bermarkas di Stadion Giuseppe Sinigaglia, tepi Danau Como, Kota Como, Italia. Saat ini, memiliki total 30 skuad dengan rata-rata usia 26 tahun.
Prestasi klub ini meliputi dua piala Liga Allievi Nazionali, Coppa Italia Serie D dan Serie C, satu gelar juara Serie D, dan tiga kali menjadi juara Serie C. Berikut sejumlah fakta Como 1907:
1. Memulai Debut Profesional Tahun 1912-1913
Dikutip dari situs resminya, Como 1097 mulai terlibat dalam pertandingan profesional Promotion League pada tahun 1912-1913. Meskipun berhasil masuk ke liga teratas Italia pada tahun berikutnya, klub mengalami kendala ekonomi dan terdegradasi ke divisi kedua, bahkan masuk ke Serie C.
2. Juara Seri A
Antara tahun 1940-1960, Como beberapa kali berhasil meraih tempat di Serie A, B, dan C. Pencapaian tertinggi mereka terjadi pada tahun 1975 ketika Como meraih gelar juara Serie A. Namun, sejak saat itu, klub sering mengalami fluktuasi performa di kompetisi, seringkali terkendala oleh masalah keuangan.
3. Bangkrut dan Dinyatakan Pailit
Pada tahun 2005-2006, klub terdegradasi hingga Serie D dan mengalami kebangkrutan. Meskipun memperlihatkan performa yang membaik pada periode 2009-2015 dengan promosi ke Serie C, Como kembali dihadapkan pada masalah keuangan yang menghambat perkembangan klub. Akhirnya, perusahaan Akosua Puni Essien memenangkan lelang pailit klub.
4. Diakuisisi Perusahaan Hiburan Asal Inggris Milik Hartono Bersaudara
Pada 4 April 2019, Como diakuisisi oleh perusahaan hiburan asal Inggris, SENT Entertainment Ltd, yang dimiliki oleh Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono dari Grup Djarum. Dengan perubahan kepemilikan, nama klub diubah menjadi Como 1907.
Di bawah kepemimpinan baru, klub meraih kemenangan di Serie D dan promosi ke Serie C pada tahun berikutnya. Pada akhir musim 2020-2021, Como memenangkan Serie C dan berhasil promosi ke Serie B. Como bertarung di Serie B selama dua musim, yaitu 2021-2022 dan 2022-2023. Akhirnya, klub itu menempati peringkat kedua dan meraih promosi ke Serie A untuk musim depan.
5. Dibeli Seharga Rp14 Miliar Hartono bersaudara membeli Como dengan biaya 850.000 euro (sekitar Rp14 miliar) dan membayar utang sebesar 150.000 euro (sekitar Rp2,6 miliar).
Setelah menguasai saham Como 1907, Hartono bersaudara menyediakan dana besar, memberikan infrastruktur olahraga baru, memperbaiki stadion, mendirikan akademi pemuda, serta membentuk tim utama yang baik. Dengan investasi besar-besaran dari konglomerat Indonesia tersebut, Como 1907 berhasil meraih hasil positif.
6. Rekrut Mantan Pemain Top
Untuk mengangkat prestasi Como 1907, Hartono bersaudara merekrut beberapa nama besar dalam dunia sepak bola untuk berinvestasi dan melatih, termasuk Cesc Fabregas, Thiery Henry, dan Dennis Wise. Fabregas berperan sebagai asisten pelatih utama Osian Roberts sekaligus pemegang saham klub bersama Thierry Henry.
Sementara itu, Dennis Wise bertugas sebagai direktur olahraga klub. Kerja sama operasional antara Dennis Wise dan General Manager, Carlaalberto Ludi, membantu Como lolos ke Serie A dengan merenovasi markas klub, Stadion Giuseppe Sinigaglia, yang sebelumnya tidak layak pakai.
7. Kurniawan Dwi Yulianto Jadi Asisten Pelatih
Pelatih utama Como, Osian Roberts, merekrut banyak asisten pelatih untuk membangun skuad Como 1907, termasuk dua staf pelatih asal Indonesia, yaitu Kurniawan Dwi Yulianto dan Dani Suryadi. Kolaborasi antara Osian Roberts dan para asisten pelatih ini berhasil menstabilkan kondisi Como, sehingga mendapatkan tempat di Serie A Italia musim depan.