Search

Prediksi Inter Milan vs Arsenal: Pembuktian Pemuncak Premier League dan Capolista Serie A di Liga Champions

JAKARTA, (ERAKINI) – Meriam London meluncur jauh ke Italia dengan misi besar saat menantang Inter Milan di San Siro, dalam lanjutan Liga Champions Eropa, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB. Big match pemuncak klasemen Premier League dan capolista Serie A ini dipastikan panas. 

Arsenal membidik kemenangan ketujuh beruntun untuk menjaga rekor sempurna 100 persen, sekaligus mengunci posisi puncak klasemen fase Liga Champions. Dengan koleksi enam kemenangan dari enam pertandingan, Arsenal berpeluang mencatatkan rekor kemenangan terpanjang sepanjang sejarah klub di kompetisi antarklub paling elite Eropa.

Jika mampu menaklukkan Inter, pasukan Mikel Arteta dipastikan finis di dua besar klasemen, dan mengamankan keuntungan bermain kandang pada leg kedua fase gugur. Kepercayaan diri The Gunners juga sedang tinggi.

Selain masih kokoh di puncak klasemen Premier League, Arsenal juga juga mencatatkan hasil positif dalam tujuh dari delapan laga tandang terakhir di Liga Champions. Meski demikian, tantangan di San Siro tetap berat, mengingat Inter berstatus sebagai pemuncak klasemen Serie A dan Arsenal belum pernah meraih kemenangan di Italia sejak Maret 2008.

Inter Milan Sedang Menanjak
Inter Milan menyambut laga ini dengan performa impresif. Sejak ditangani Cristian Chivu, yang menggantikan Simone Inzaghi usai kekalahan telak 0-5 dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions musim lalu, Nerazzurri tampil konsisten dan kini memimpin klasemen Serie A, unggul tiga poin atas rival sekota AC Milan.

Meski sempat tersendat dengan dua kekalahan dalam tiga laga awal, Inter bangkit lewat delapan kemenangan dan satu hasil imbang dari sembilan pertandingan terakhir. Inter mengawali tahun 2026 dengan kemenangan atas Parma, dilanjutkan hasil imbang 2-2 kontra Napoli, sebelum meraih dua kemenangan tipis 1-0 atas Lecce dan Udinese.

Di Liga Champions, Inter saat ini menempati peringkat keenam klasemen. Kemenangan atas Arsenal akan memastikan tiket ke fase gugur. Posisi Inter sempat terancam setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Atletico Madrid dan Liverpool.

Pelatih Inter, Cristian Chivu, menegaskan timnya tidak akan gentar menghadapi Arsenal.
“Kami akan menghadapi salah satu tim terkuat di Eropa. Mereka memiliki identitas dan terus berkembang. Arsenal dan Bayern mungkin yang terkuat saat ini, tetapi saya juga tahu siapa kami,” ujar Chivu.

“Kami tidak akan memulai pertandingan dengan perasaan kalah. Kami akan menjadi versi terbaik dari diri kami, dengan sikap positif, keberanian mengambil risiko, dan fokus penuh.”

Kabar Tim
Arsenal masih belum bisa diperkuat Riccardo Calafiori dan Piero Hincapie akibat cedera. Sementara Max Dowman masih menjalani pemulihan cedera hamstring. Meski demikian, Cristian Mosquera dan Kai Havertz ikut dalam rombongan yang bertolak ke Italia.

Selain itu, Mikel Merino, Christian Norgaard, dan Declan Rice berada dalam ancaman sanksi larangan bermain satu pertandingan Eropa jika kembali menerima kartu kuning.

Di kubu Inter, Hakan Calhanoglu dipastikan absen akibat cedera betis, sementara Denzel Dumfries menepi setelah menjalani operasi pergelangan kaki. Alessandro Bastoni dan Marcus Thuram yang diistirahatkan saat melawan Udinese diprediksi kembali turun, sedangkan Raffaele Di Gennaro dan Tomas Palacios masih absen.

Adu Taktik di San Siro
Inter dikenal konsisten dengan formasi 3-5-2 yang mengandalkan soliditas pertahanan. Dalam enam pertandingan Liga Champions, Nerazzurri baru kebobolan empat gol. Catatan expected goals against mereka (4,9) menjadi yang terbaik kedua di kompetisi, hanya kalah dari Arsenal.

Chivu diperkirakan akan meminta anak asuhnya bermain lebih vertikal, mengalirkan bola cepat ke duet penyerang Lautaro Martinez dan Marcus Thuram. Inter juga unggul dalam duel udara, dengan persentase kemenangan mencapai 62,1 persen, tertinggi di Liga Champions musim ini.

Ancaman dari sisi sayap kiri menjadi senjata utama lewat Federico Di Marco, yang telah mencatatkan 25 umpan silang dari permainan terbuka, terbanyak di kompetisi. Meski demikian, Inter kerap dinilai kurang kreatif di sepertiga akhir lapangan saat menghadapi tim-tim besar.

Rekor dan Fakta Menarik
Pertemuan Inter dan Arsenal sarat sejarah. Musim lalu, Inter menang 1-0 atas Arsenal di fase liga lewat penalti Hakan Calhanoglu. Sementara pada musim 2003/04, Inter sempat menang 3-0 di London sebelum Arsenal membalas dengan kemenangan telak 5-1 di Milan.

Arsenal menjadi satu-satunya tim yang memenangi enam laga awal fase liga Liga Champions musim ini. Kemenangan atas Inter akan menjadi kemenangan ketujuh beruntun di kompetisi UEFA, rekor baru dalam sejarah klub.

Selain itu, Arsenal hanya membutuhkan satu gol lagi untuk mencapai 400 gol dalam sejarah Piala Eropa. Gabriel Martinelli juga tengah memburu catatan spesial setelah mencetak gol dalam lima penampilan Liga Champions secara beruntun, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih pemain Arsenal sebelumnya.