Atalanta menyelamatkan muka Serie A Italia usai comeback luar biasa kontra Borussia Dortmund pada leg kedua play-off fase gugur Liga Champions Eropa, Kamis (26/2/2026) dini hari. Foto: UEFA.com
JAKARTA, (ERAKINI) – Atalanta menyelamatkan muka Serie A Italia usai comeback luar biasa kontra Borussia Dortmund pada leg kedua play-off fase gugur Liga Champions Eropa, Kamis (26/2/2026) dini hari. menjadi satu-satunya wakil Italia di babak 16 besar.
Lazar Samardzic memastikan kelolosan Atalanta lewat sentuhan terakhir pertandingan dalam malam luar biasa di Bergamo. La Dea sukses menghapus defisit 0-2 dari leg pertama, bahkan sebelum turun minum.
Gianluca Scamacca membuka keunggulan pada menit kelima lewat sontekan jarak dekat, sebelum tembakan Davide Zappacosta yang berubah arah membuat kiper Gregor Kobel salah langkah menjelang akhir babak pertama.
Situasi semakin membaik bagi tuan rumah ketika Mario Pasalic menyambut umpan silang Marten de Roon dan menambah gol. Namun Dortmund sempat membalas melalui gol indah pemain pengganti Karim Adeyemi pada menit ke-75.
Perpanjangan waktu sudah di depan mata hingga Atalanta mendapat hadiah penalti di masa injury time. Insiden tersebut juga berujung kartu merah untuk Ramy Bensebaini, Nico Schlotterbeck, dan Giorgio Scalvini.
Samardzic yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna dan memastikan kemenangan dramatis Atalanta.
Liga Champions memang kerap menghadirkan drama yang sulit dipercaya. Dalam sejarah kompetisi elite Eropa ini, sejumlah tim berhasil membalikkan keadaan secara sensasional di leg kedua fase gugur, bahkan setelah tertinggal dua, tiga, hingga empat gol pada pertemuan pertama.
Namun, dalam sejarah Liga Champions hanya tujuh kali tim tandang mampu membalikkan defisit leg pertama. Dua di antaranya ditentukan lewat aturan gol tandang yang kini sudah dihapus sejak musim 2021/22.
Tim tuan rumah pada leg kedua tak mengherankan lebih sering melakukan comeback. Namun, hanya sekali ada tim yang bangkit dari ketertinggalan empat gol, dan tiga kali dari defisit tiga gol di pertemuan pertama. Berikut kilas balik comeback terbesar di fase gugur liga Champions, dilansir UEFA.Com:
1. Keajaiban Manchester United di Paris (2018/19)
Manchester United 0-2 PSG
PSG 1-3 Manchester United
(Agregat 3-3, United lolos)
Musim 2018/19 menghadirkan salah satu momen paling dramatis. United kalah 0-2 di Old Trafford dan tampak tersingkir. Namun di Parc des Princes, dua gol Romelu Lukaku menjaga harapan tetap hidup.
PSG masih unggul agregat hingga injury time sebelum handball Presnel Kimpembe berujung penalti. Marcus Rashford sukses mengeksekusi dari titik putih dan memastikan kelolosan dramatis Setan Merah. Pelatih interim saat itu, Ole Gunnar Solskjær, menyebut timnya selalu percaya pada rencana permainan yang telah disusun.
2. La Remontada Barcelona (2016/17)
PSG 4-0 Barcelona
Barcelona 6-1 Paris
(Agregat 6-5)
Comeback ini bahkan punya nama sendiri, yakni La Remontada. Barcelona menjadi tim pertama dalam sejarah Liga Champions yang mampu membalikkan defisit empat gol. Setelah kalah telak 0-4 di Paris, Blaugrana tampil menggila di Camp Nou.
Gol Sergi Roberto pada menit akhir injury time memastikan kemenangan agregat 6-5 dalam laga yang dikenang sebagai salah satu malam paling bersejarah di Eropa.
3. Malam Magis Anfield, Liverpool Hancurkan Barcelona (2018/19)
Barcelona 3-0 Liverpool
Liverpool 4-0 Barcelona
(Agregat 4-3)
Barcelona seperti sudah menginjakkan satu kaki di final usai menang 3-0 di Camp Nou lewat dua gol Lionel Messi. Namun Anfield berbicara lain. Tanpa Mohamed Salah dan Roberto Firmino, Liverpool tampil luar biasa.
Divock Origi dan Georginio Wijnaldum menjadi pahlawan dalam kemenangan 4-0 yang memastikan tiket ke final. Kapten Jordan Henderson menyebut keyakinan di ruang ganti menjadi kunci keberhasilan.
4. Kebangkitan Roma atas Barcelona (2017/18)
Barcelona 4-1 AS Roma
Roma 3-0 Barcelona
(Agregat 4-4, Roma lolos)
Roma menciptakan kejutan besar saat menyingkirkan Barcelona berkat aturan gol tandang (yang saat itu masih berlaku). Gol cepat Edin Dzeko dan penalti Daniele De Rossi membuka jalan sebelum sundulan Kostas Manolas memastikan kemenangan agregat dramatis. Dzeko menyebut malam itu sebagai sesuatu yang “gila dan sulit dijelaskan”.
5. Deportivo Hancurkan AC Milan (2003/04)
AC Milan 4-1 Deportivo La Coruña
Deportivo 4-0 AC Milan
(Agregat 5-4)
AC Milan yang diperkuat para bintang sempat unggul nyaman usai menang 4-1 di San Siro. Namun Deportivo tampil luar biasa di leg kedua. Tiga gol di babak pertama langsung membalikkan agregat, sebelum gol keempat memastikan salah satu comeback paling mengejutkan sepanjang sejarah kompetisi.