PSG dan Chelsea akan bentrok di laga puncak Piala Dunia Antarklub 2025. Laga final ini akan berlangsung pada Senin (14/7) dini hari pukul 02.00 WIB. Foto: FIFA.com
JAKARTA, (ERAKINI) - Paris Saint-Germain (PSG) dan Chelsea akan bentrok di laga puncak Piala Dunia Antarklub 2025. Laga final ini akan berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, AS, pada Senin (14/7) dini hari pukul 02.00 WIB.
Laga ini bukan sekadar . Ini adalah penentuan siapa yang layak menyandang gelar Raja Dunia baru versi klub untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen 32 tim.
PSG musim ini sudah menjuarai Ligue 1, Coupe de France, dan Liga Champions. Sementara Chelsea berpeluang menjadi klub pertama yang meraih seluruh gelar mayor Eropa setelah menjuarai UEFA Conference League pada Mei lalu.
Dilansir ESPN, saat ini PSG dianggap sebagai tim terbaik di dunia. Kemenangan 5-0 atas Inter Milan di final Liga Champions 2025 menjadi selisih skor terbesar dalam sejarah partai final kompetisi utama UEFA tersebut.
PSG bahkan tidak berhenti. Mereka mencetak 10 gol tanpa kebobolan dalam tiga laga melawan tim top Eropa di turnamen ini. Jadi, wajar jika semua orang mengunggulkan PSG. Tim Paris layak disebut tim terbaik di dunia saat ini seperti Barcelona era Pep Guardiola tahun 2009-2011.
Sementara Chelsea hanya menjuarai Conference League, kasta ketiga kompetisi UEFA. Di atas kertas, PSG dan Chelsea dianggap beda kasta bagaikan langit dan bumi. Tapi, tim asuhan Enzo Maresca terus menunjukkan perkembangan sepanjang turnamen, dan kini hanya berjarak beberapa jam dari gelar juara dunia.
PSG memang diunggulkan, tapi Chelsea telah membuktikan bahwa mereka tahu cara memenangkan pertandingan. Jadi, laga ini dipastikan berjalan lebih ketat dari yang banyak orang bayangkan.
Perjalanan ke Final
Kedua tim sempat tersandung di fase grup saat menghadapi lawan asal Brasil. Chelsea dikalahkan Flamengo, sementara PSG dibungkam Botafogo. Namun sejak itu mereka bangkit dan tampil dominan.
PSG tampil dominan dengan membantai raksasa-raksasa Eropa, mulai dari Atletico Madrid (4-0), Bayern Munich (2-0), dan Real Madrid (4-0) untuk mencapai final.
PSG sempat kalah 0-1 dari Botafogo di fase grup. Meski begitu, pelatih Luis Enrique punya alasan kuat, karena saat itu timnya tidak diperkuat beberapa pemain kunci seperti Ousmane Dembele, Joao Neves, Fabian Ruiz, dan Marquinhos.
Sedangkan Chelsea lolos dari fase grup setelah mengalahkan Esperance Tunis di laga terakhir, menyusul kekalahan 1-3 dari Flamengo. Setelah itu, jalan mereka relatif lebih ringan.
Kekalahan Bayern Munchen dari Benfica di fase grup membuat Chelsea terhindar dari wakil Jerman dan menghadapi Benfica di 16 besar. Chelsea menang 4-1 setelah perpanjangan waktu. Mereka kemudian menyingkirkan Palmeiras (2-1) dan Fluminense (2-0) untuk melaju ke final.
Kondisi Skuad Chelsea menyambut kembalinya bek tengah Levi Colwill setelah absen di semifinal. Ia kemungkinan akan berduet dengan Trevoh Chalobah di jantung pertahanan. Reece James juga diperkirakan akan kembali sebagai starter. Sementara Moises Caicedo diragukan tampil usai mengalami cedera pergelangan kaki saat melawan Fluminense.
Di kubu PSG, duet Willian Pacho dan Lucas Hernandez masih absen karena skorsing. Lucas Beraldo kembali dipercaya mendampingi Marquinhos di lini belakang. Gelandang andalan Vitinha, Joao Neves, dan Fabian Ruiz, serta trisula serang Desire Douée, Ousmane Dembele, dan Khvicha Kvaratskhelia, siap tampil sejak menit awal.
Pemain Kunci
Hampir semua pemain PSG bisa disebut bintang. Tapi yang paling bersinar adalah Ousmane Dembele. Bahkan, penyerang Prancis itu menjadi kandidat utama Ballon d’Or tahun ini berkat 35 gol dan 14 assist dalam 52 penampilan musim ini.
Setelah karier yang naik turun selama 5,5 musim di Barcelona, Dembele akhirnya menunjukkan potensi penuhnya sejak pindah ke Paris pada 2023. Bahkan, jika Chelsea berhasil menghentikannya, masih ada ancaman dari Kvaratskhelia dan Doue di sayap, atau dari lini tengah berisi Ruiz, Vitinha, dan Neves. Masih ada juga duet bek sayap Achraf Hakimi dan Nuno Mendes, yang kini dianggap terbaik di dunia di posisinya.
Di kubu Chelsea, dua pekan lalu semua mata masih tertuju pada Cole Palmer. Penyerang muda eks Manchester City itu adalah mesin gol dan kreator utama Chelsea. Namun kini, Palmer berbagi panggung dengan Joao Pedro, rekrutan 55 juta pound dari Brighton. Pedro langsung mencetak dua gol di semifinal melawan Fluminense. Padahal, dia sempat bersantai di Brasil saat proses transfer terjadi di tengah turnamen.
Selain Palmer dan Pedro, Chelsea juga punya Liam Delap dan Jamie Gittens sebagai tambahan kekuatan menyerang. Tapi, Palmer dan Pedro adalah kunci jika ingin merobek pertahanan PSG. Satu faktor penting lainnya adalah kondisi Moises Caicedo. Jika gelandang asal Ekuador itu absen karena cedera pergelangan kaki, Chelsea akan kesulitan mengimbangi lini tengah PSG.
Pertarungan Taktik Pelatih
Kepergian Kylian Mbappe tahun lalu dianggap berkah terselubung. Luis Enrique lebih leluasa membangun tim tanpa bintang yang enggan berkorban. Hasilnya, PSG sekarang adalah tim kolektif yang mengandalkan kerja sama, intensitas tinggi, dan tak hanya keindahan dalam bermain.
Di semifinal, FIFA mencatat PSG hanya butuh rata-rata 23 detik untuk merebut bola kembali, dibanding 45 detik milik Madrid. Itu sudah menjelaskan segalanya. PSG bermain dengan formasi 4-3-3 yang mengandalkan poros Neves, Vitinha, dan Ruiz. Maresca harus mencari cara mengatasi dominasi ini. Sebab formasi 4-2-3-1 andalannya akan membuat Chelsea kalah jumlah di tengah.
Jika Caicedo tidak bermain, maka Maresca hampir pasti harus mengubah formasi agar bisa bersaing di lini tengah. Belum lagi ancaman dari bek sayap PSG yang agresif serta sayap-sayap eksplosif mereka yang akan memaksa bek Chelsea seperti Reece James dan Cucurella untuk bertahan lebih dalam.
Ini akan jadi tantangan sangat berat bagi Chelsea. Tapi sepak bola penuh kejutan. Chelsea punya peluang, walau kecil. The Blues harus mencetak gol lebih dulu, memenangkan duel lini tengah, dan berlari lebih banyak dari PSG. Mereka juga harus bermain nyaris sempurna di lini belakang. Dan tetap, mereka butuh momen keajaiban dari Palmer atau Pedro.
Final Piala Dunia Antarklub ini mungkin akan jadi pelajaran besar bagi Chelsea, tapi PSG diprediksi menang dengan nyaman. ESPN memprediksi PSG 3-0 Chelsea. Namun, ini sepak bola. Apa pun bisa terjadi dalam 90 menit.