PSSI resmi menunjuk Patrick Kluivert (kiri) sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Kluivert dibantu dua asisten asal Belanda, yakni Alex Pastoor (tengah) dan Denny Landzaat. Foto: gettyimages
JAKARTA, (ERAKINI) - Prestasi Patrick Kluivert yang resmi menggantikan Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih Timnas Indonesia, masih diragukan banyak pihak. Namun, tim kepelatihan di bawah komando Kluivert, sangat menentukan prestasi skuad Garuda.
Lantas siapa saja asisten Kluivert dalam mewujudkan target meloloskan Indonesia ke Piala Dunia 2026? Media Belanda, Voetbal International (VI), melaporkan paling tidak terdapat dua nama yang diboyong Kluivert dari untuk melatih Timnas Indonesia. Keduanya adalah Alexander Pastoor dan .
"Alex Pastoor menyusul Patrick Kluivert ke Indonesia. Pelatih berusia 58 tahun itu akan menjadi asisten pelatih nasional negara itu. Denny Landzaat juga akan berperan dalam tim Indonesia," tulis laporan VI dikutip, Rabu (8/1/2025).
PSSI sudah mengonfirmasi penunjukan Patrick Kluivert sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Pelatih asal Belanda tersebut dikontrak dua tahun hingga 2027 dengan opsi perpanjangan kontrak.
Kepastian itu diumumkan PSSI melalui situs resminya, Rabu (8/1/2025) siang. "Patrick Kluivert resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia," tulis PSSI.
Kluivert merupakan pemain legenda tim Belanda. Pada eranya dia merupakan striker terbaik Belanda sekaligus sejumlah klub papan atas Eropa seperti Ajax Amsterdam, AC Milan, Barcelona, CF Valencia, Newcastle United, PSV dan Lille.
Setelah pensiun sebagai pemain pada tahun 2008, pelatih kelahiran Amsterdam, Belanda pada 1 Juli 1976 tersebut langsung merintis karier sebagai pelatih.
Lantas bagaimana dengan prestasi kedua asisten pelatih Timnas Indonesia asal Belanada itu? Menurut laporan VI, Pastoor sebelumnya menjabat sebagai pelatih kepala Almere City sejak akhir 2021 hingga musim panas lalu. Ia kemudian mengumumkan cuti panjang.
"Setelah beberapa bulan menganggur, Pastoor menerima tawaran untuk menjadi asisten Kluivert di Indonesia. Pastoor kini sudah mencapai kesepakatan lisan dengan Asosiasi Sepak Bola Indonesia," tulis VI.
Seperti halnya Pastoor, Landzaat juga akan diberi peran dalam staf kepelatihan Timnas Indonesia. Namun, tidak disebut secara rinci tugasnya di bawah palatih kepala Kluivert. Berikut profil keduanya:
1. Alexander Pastoor
Alexander Pastoor, yang lahir di Amsterdam pada 26 Oktober 1966, memulai karier kepelatihan setelah pensiun sebagai pemain pada 2001.
Sebagai pemain, Pastoor berposisi sebagai gelandang dan menghabiskan sebagian besar kariernya di klub-klub Belanda seperti SC Volendam (1989-1995) dan SC Heerenveen (1995-1997).
Pastoor pensiun sebagai pesepakbola pada tahun 2001. Ia langsung ditunjuk jadi pelatih tim muda AZ Alkmaar hingga 2002. Kemudian, kariernya berlanjut sebagai pelatih tim amatir AFC ’34 sampai 2005.
Sempat menganggur empat tahun, Pastoor kemudian direkrut Excelsior (2009-2011). Ia lalu berpindah ke NEC Nijmegen (2011-2013), Slavia Praha (2014), AZ Alkmaar (asisten dan caretaker), Sparta Rotterdam (2015-2017), SCR Altach (2019-2021), dan terakhir Almere City FC (2022-2024).
Sama halnya saat bermain, Pastoor juga tak banyak meraih prestasi sebagai pelatih. Pastoor hanya pernah menjuarai Eerste Divisie (2015-2016) atau Liga 2 Belanda bersama Sparta Rotterdam. Selebihnya, Pastoor gagal membawa timnya meraih gelar bergengsi.
Namun demikian, ia dikenal sebagai pelatih yang ahli dalam membawa tim promosi ke kasta tertinggi. Beberapa tim yang pernah dipromosikan ke Eredivisie di bawah asuhannya antara lain Excelsior, Sparta Rotterdam, dan Almere City FC yang baru pertama kali promosi ke Eredivisie pada tahun 2023.
2. Denny Landzaat Denny Landzaat, yang juga berasal dari Amsterdam dan lahir pada 6 Mei 1976, adalah mantan gelandang yang memiliki karier internasional cukup cemerlang.
Ia pernah membela Timnas Belanda di dua edisi Piala Dunia (1995 dan 2006) dan bermain di sejumlah klub besar Eropa seperti Ajax Amsterdam, AZ Alkmaar, Wigan Athletic, Feyenoord, dan FC Twente.
Ia besar dari akademi Ajax Amsterdam dan kemudian promosi ke tim utama pada 1995/1996. Ia juga pernah meraih berbagai gelar domestik dan internasional, termasuk juara Eredivisie bersama Ajax pada 1995/96.
Setelah minim bermain di Ajax, Denny Landzaat memutuskan untuk pindah ke klub MVV. Bersama MVV dia bermain sebanyak 102 pertandingan dengan mencetak 10 gol pada musim 1996-1999. Denny Landzaat juga mempersembahkan satu gelar juara Eerste Divisie bersama MVV.
Denny Landzaat kemudian pindah ke Willem II dengan mencatatkan 139 pertandingan dan 38 gol selama musim 1999 hingga 2003. Setelah itu ia bergabung dengan AZ Alkmaar pada 2003-2006 dan mencatatkan 79 laga dan 22 gol.
Landzaat juga pernah bermain untuk Wigan Athletic, Feyenoord, FC Twente. Menariknya, selepas dari FC Twente Denny Landzaat sempat melamar ke Sriwijaya FC untuk main di Liga Indonesia saat usianya sudah 37 tahun.
Namun kepindahan Denny Landzaat ke Sriwijaya FC urung terlaksana. Hingga akhirnya ia vakum selama satu tahun, sebelum memutuskan bergabung lagi dengan Willem II pada 2014 dan pensiun sebagai pesepakbola.
Setelah itu pria yang memiliki darah Maluku dari ibunya ini melanjutkan karier di dunia kepelatihan sejak 2015. Namun, sebagian besar waktunya ia habiskan sebagai asisten pelatih.
Ia pernah menjadi asisten di beberapa klub ternama, seperti Jong AZ Alkmaar, Feyenoord, Al Ittihad, Lech Poznan, dan yang terakhir di klub Romania, Ferencvarosi.
Meskipun tidak banyak berperan sebagai kepala pelatih, pengalaman internasional dan pengetahuannya tentang sepak bola Eropa diharapkan bisa memberi kontribusi besar bagi Timnas Indonesia.