Selain dikenal sebagai pejabat negara, Juwono Sudarsono juga merupakan akademisi dan pakar hubungan internasional.
Menurut asisten pribadi Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, sejak kasus pertama masuk KPK, Gus Yaqut sudah di-framing sedemikian rupa.
Pandangan keluarga Gus Dur disampaikan oleh Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid atau Alissa Wahid selaku perwakilan keluarga sekaligus ketua panitia.
Nyai Sinta menuturkan, meskipun Gus Dur dikenal sebagai tokoh besar nasional, di rumah ia menjalani peran layaknya rakyat biasa, termasuk dalam mengurus anak.
Acara haul ke-16 Gus Dur diawali dengan pembacaan selawat nabi oleh tim hadrah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dan testimoni dari para tokoh yang hadir.
Sejumlah tokoh penting dipastikan hadir, termasuk Nyai Hj Sinta Nuriyah Wahid, istri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta Kiai Said Aqil Siroj.
DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah melaksanakan tasyakuran gelar pahlawan kepada Syaikhona K.H. Kholil Bangkalan dan K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengapresiasi pemerintah karena telah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-4 RI K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Syaikh Kholil Bangkalan adalah guru para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakhi KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah dan KH Bisri Syansuri.
Dari sepuluh tokoh yang dianugerahi gelar tersebut, dua di antaranya berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) yang dinilai memiliki kontribusi besar untuk Indonesia.
Para tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dianggap telah menunjukkan dedikasi dan kontribusi luar biasa, baik dalam memperjuangkan kemerdekaan maupun membangun bangsa di berbagai bidang.
Meneruskan warisan pemikiran Gus Dur, Pusat Kajian Islam Asia Tenggara KH. Abdurrahman Wahid Dimulai di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Beberapa tokoh yang masuk dalam daftar calon Pahlawan Nasional antara lain Presiden ke-2 RI Soeharto; Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid; serta aktivis buruh Marsinah.
Pameran ‘Gus Dur dan Daisaku Ikeda’ digelar di Universitas Indonesia (UI), Depok di Makara Art Center 13-23 Oktober 2025.
Kemenag menegaskan, setiap mahasiswa harus menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi sesama dan lingkungan sekitar tanpa memandang perbedaan keyakinan.