Langit Kalimantan Tengah mendadak berubah merah-oranye pada 20 September 2026. Fenomena tersebut terlihat dalam sebuah video yang akun Instagram @delefia baru-baru ini. Warna langit yang tidak biasa itu berkaitan dengan pekatnya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan.
BMKG membenarkan bahwa fenomena langit merah atau oranye tersebut berkaitan dengan sebaran asap karhutla yang luas hingga memengaruhi kualitas udara di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Perubahan warna langit terjadi akibat interaksi cahaya Matahari dengan konsentrasi partikel asap dan aerosol yang tinggi di atmosfer. Partikel-partikel tersebut menyebabkan cahaya Matahari mengalami hamburan (scattering), sehingga warna dengan panjang gelombang lebih pendek seperti biru dan hijau lebih banyak tersebar, sementara warna merah dan jingga tampak lebih dominan. Kondisi ini semakin terlihat ketika konsentrasi asap sangat pekat. Namun, BMKG menegaskan bahwa warna merah pada langit tidak dapat dijadikan ukuran langsung mengenai luas atau besarnya kebakaran, melainkan lebih menunjukkan tingginya konsentrasi partikel dan asap di udara.
Fenomena tersebut terjadi bersamaan dengan lonjakan hotspot di wilayah Kalimantan Tengah. Berdasarkan data terakhir dari SiPongi Kementerian Kehutanan, secara nasional terdeteksi 1.323 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence). Dari jumlah tersebut, 1.035 titik berada di Kalimantan Tengah, meningkat tajam dari 166 titik pada hari sebelumnya. Kementerian Kehutanan menyebut kondisi tersebut membuat pengendalian karhutla di Kalteng menjadi salah satu fokus utama, dengan penanganan melalui operasi darat, water bombing, patroli udara, pembasahan, dan pendinginan.