Search

BMKG: Gempa M5,7 di Timor Tengah Utara NTT Dipicu Tumbukan Lempeng Indo-Australia

JAKARTA, (ERAKINI) –  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa bumi yang mengguncang wilayah Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (21/4/202) siang, dipicu aktivitas zona tumbukan Lempeng Indo-Australia.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa tersebut memiliki pola pergerakan naik (thrust fault).

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas pada zona tumbukan Lempeng Indo-Australia,” ujar Rahmat.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa memiliki magnitudo 5,7. Episenter berada di koordinat 9,22 Lintang Selatan dan 124,16 Bujur Timur, tepatnya di laut sekitar 54 kilometer barat laut Timor Tengah Utara, dengan kedalaman 60 kilometer.

Gempa dirasakan di Atambua dengan skala intensitas III–IV MMI, serta di Maumere dengan intensitas III MMI, di mana getaran terasa nyata di dalam rumah seperti truk melintas.

Selain itu, guncangan juga dirasakan di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kefamenanu, Malaka, Soe, Lembata, Larantuka, Alor, dan Ende dengan skala intensitas II–III MMI.

BMKG memastikan, berdasarkan hasil pemodelan, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.