JAKARTA, (ERAKINI) - Aksi seorang perempuan pengendara mobil yang memaki pemotor hingga menoyor anak kecil di Kota Mojokerto, Jawa Timur, viral di media sosial. Kasus tersebut kini berujung pada proses hukum.
Berikut lima fakta di balik insiden tersebut:
1. Pelaku sudah diamankan polisi
Polisi telah mengamankan perempuan pengendara mobil Daihatsu Ayla berinisial IM (28). Ia diketahui bernama Inge Marita dan sempat bersimpuh saat menjalani mediasi dengan korban.
2. Pelaku merupakan warga Mojokerto
Inge merupakan warga Perumahan Pulorejo Green Modern, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Ia mengaku tindakannya dipicu emosi sesaat saat berkendara.
3. Dimaafkan secara pribadi, tetapi proses hukum tetap berjalan
Korban, Lutviana Indriana (33), menyatakan telah memaafkan pelaku secara pribadi. Namun, ia tetap memilih melanjutkan perkara ke jalur hukum.
Menurut Lutviana, langkah tersebut diambil agar memberikan efek jera dan menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.
4. Mediasi difasilitasi Satreskrim Polres Mojokerto Kota
Mediasi antara pelaku dan korban digelar di ruang Unit 3 Pidana Umum Satreskrim Polres Mojokerto Kota pada Senin (20/4/2026) pukul 10.00 WIB.
Dalam pertemuan tertutup yang turut dihadiri keluarga kedua pihak, Inge tampak menangis dan bersimpuh di hadapan korban.
5. Kronologi kejadian di Jalan Empunala
Insiden bermula pada Selasa (14/4/2026) di Jalan Empunala, Kota Mojokerto. Saat itu, Lutviana tengah mengendarai sepeda motor Yamaha N-Max bersama anaknya sepulang kerja.
Ia melaju dari Simpang Empat Sekar Sari menuju Jalan Empunala melalui Jalan Gajah Mada. Ketika berada di lajur kiri, Lutviana berbelok ke kanan dengan menyalakan lampu sein.
Pada saat bersamaan, mobil Daihatsu Ayla hitam yang dikemudikan Inge melaju di sampingnya. Menurut korban, mobil tersebut tiba-tiba memotong jalur dan berhenti mendadak di depan motor.
Pelaku kemudian turun dari kendaraan dalam kondisi emosi, menyiram korban dengan air, serta memarahi dan membentaknya. Dalam video yang beredar, pelaku juga terlihat menoyor kepala anak korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Cekcok pun tak terhindarkan meski korban telah beberapa kali meminta maaf untuk meredakan situasi. Kasus ini kini ditangani aparat kepolisian dan diproses sesuai hukum yang berlaku.