Tekan Risiko Karhutla di Riau, BMKG Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca
Akhmad Baihaqi Arsyad
PEKANBARU, (ERAKINI) - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) diintensifkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Provinsi Riau guna menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BNPB, TNI AU, dan Pemerintah Provinsi Riau, operasi ini berlangsung selama sembilan hari, terhitung sejak 14 hingga 22 April 2026.
Menurut BMKG, langkah tersebut merespons kecenderungan cuaca kering yang berpotensi meningkatkan titik panas di wilayah tersebut. Adapun semua aktivitas teknis berpusat di Pos Komando (Posko) OMC Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
Menurut Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, langkah proaktif dalam mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui intervensi berbasis sains ini penting. Ia mengatakan, fokus saat ini adalah mengoptimalkan fase peralihan musim untuk membasahi lahan dan memastikan ketersediaan cadangan air sebagai benteng pertahanan sebelum puncak musim kemarau tiba
“Pelaksanaan OMC ini adalah momentum strategis. Berdasarkan data klimatologi, menyemai awan di masa transisi jauh lebih efektif. Kami berupaya menjaga kelembapan lahan di wilayah-wilayah rawan agar potensi titik panas dapat ditekan secara signifikan,” kata Faisal dikutip dari laman resmi BMKG, Senin (20/4/2026).
















