Search

Peluang Investasi, Harga Emas Tahun 2030 Diprediksi Tembus Rp5 Juta per Gram

JAKARTA, (ERAKINI) – Harga emas diperkirakan masih akan terus meroket. Bahkan, pada tahun 2030 harga emas bisa menembus Rp5 juta per gram. Ini peluang besar untuk investasi.

Ekonom Keuangan dan Praktisi Pasar Modal Hans Kwee memproyeksikan harga emas di tingkat global pada empat tahun mendatang atau 2030, bisa menembus level USD10.000 per troy ounce.

“Emas itu 2030 diperkirakan masuk ke (harga) USD10.000 per troy ounce, tapi ini masih empat tahun lagi dari sekarang. Tahun ini saja targetnya USD5.400,” ujar Hans Kwee, dalam acara “Edukasi Wartawan terkait Arah IHSG di Tengah Tensi Geopolitik dan Potensi Bubble AI”, dikutip dari Antara Jumat (23/1/2025).

Untuk diketahui, USD10.000 per troy ounce jika dikonversi ke rupiah sekitar Rp169.000.000 (asumsi kurs Rp16.900 per dolar AS). 1 troy ounce setara 31,1 gram emas. Maka, USD10.000 dibagi 31,1 sama dengan USD321,5 per gram. Jika dikonversi ke rupiah dengan kurs Rp16.900 per 1 USD, maka setara Rp5,4 juta per gram.

Hans Kwee menjelaskan, lonjakan harga emas global akan didorong oleh berbagai sentimen, di antaranya perekonomian global yang melemah, kebijakan moneter yang akomodatif, dan risiko geopolitik yang tinggi.

Selain itu, pembelian emas besar-besaran oleh bank sentral, meningkatnya ekspektasi penurunan nilai dolar AS, serta meningkatnya permintaan dari sektor swasta. “Jadi orang ramai-ramai beli emas,” kata Hans Kwee.

Menurut Hans, meningkatnya ketegangan geopolitik telah menyebabkan investor mengalihkan aset investasi ke emas, dari instrumen investasi lain terutama mata uang dolar AS.

“Pasca perang Rusia dan Ukraina, dolar Rusia dibekukan, sehingga dunia itu menyadari kita nggak bisa megang dolar lagi,” sebut Hans Kwee.

Selain itu, pasca Donald Trump menjadi Presiden AS, perang dagang telah merugikan investor, yang menyebabkan mereka semakin meninggalkan instrumen mata uang dolar AS dan beralih ke instrumen emas.

Tidak hanya investor, berbagai bank sentral dunia pun turut melakukan aksi beli instrumen emas. “Jadi, kenaikan emas itu bukan cuma karena geopolitik, tetapi karena dunia sedang berubah, meninggalkan dolar (AS) dengan memegang emas,” jelas Hans Kwee.

Berdasarkan proyeksi lembaga keuangan internasional seperti Bank of America, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank, lanjut Hans harga emas global diproyeksikan tumbuh 20 persen pada tahun ini.

Harga emas dunia telah menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah ke level USD4.957  per troy ounce pada Jumat (23/1) pagi. Bahkan, harga emas secara intraday sempat menyentuh level USD4.966,59 per troy ounce.

Di pasar dalam negeri, harrga emas Antam misalnya, di Logam Mulia dibanderol Rp2.880.000 per gram atau naik Rp90.000 dari sehari sebelumnya Rp2.790.000.