Search

Sering Diabaikan! Ini Penyebab dan Gejala Pembuluh Darah Pecah di Otak yang Bahayakan Nyawa

JAKARTA, (ERAKINI) Pembuluh darah pecah di otak merupakan kondisi yang dapat membahayakan nyawa. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab dan gejalanya agar dapat segera ditangani.

Pembuluh darah sejatinya berfungsi sebagai saluran untuk mengalirkan darah yang berisi oksigen dan nutrisi ke seluruh sel, jaringan, serta organ tubuh. Karena perannya yang begitu penting, sangat berbahaya bila pembuluh darah tidak berfungsi atau bahkan pecah.

Perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah bisa muncul di bawah permukaan kulit dengan tanda-tanda fisik berupa bercak-bercak berwarna  kemerahan, kecokelatan, atau keunguan yang disebut juga dengan purpura.

Bahaya atau tidaknya kondisi ini tergantung dari penyebab dan jenis pembuluh darah yang pecah. Pembuluh darah pecah dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari cedera yang bisa mengenai pembuluh darah kapiler hingga aneurisma yang dapat terjadi pada pembuluh darah di aorta, perut, dan otak.

Pecahnya pembuluh darah di otak dapat menyebabkan stroke, yang merupakan salah satu penyakit mematikan. Meski masih bisa disembuhkan, pada beberapa kasus, penderita bisa mengalami kecacatan atau disabilitas tubuh. Bahkan pada pasien yang berhasil sembuh, ia akan lebih rentan mengalami kembali kondisi ini.

Beberapa penyebab pembuluh darah pecah yang perlu diwaspadai sebagai berikut:

1. Vaskulitis
Penyebab pembuluh darah pecah yang pertama adalah vaskulitis, yaitu peradangan pada pembuluh darah kapiler atau pembuluh darah arteri besar. Kondisi ini dapat berkembang menjadi aneurisma atau penggelembungan pembuluh darah karena lemahnya dinding pembuluh darah.

Gejala pembuluh darah pecah akibat vaskulitis antara lain ruam pada kulit, demam, kelelahan, nyeri sendi, dan nyeri pada perut. Pada kondisi yang lebih serius, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal, saraf, hingga sesak napas, tergantung dari jenis pembuluh darah yang terdampak.

2. Cedera
Pecahnya pembuluh darah juga bisa disebabkan oleh cedera, seperti terbentur atau terjatuh. Kondisi ini dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah kapiler yang berfungsi untuk memfasilitasi pertukaran nutrisi dan oksigen dengan limbah dan karbon dioksida.

Ketika pembuluh darah kapiler pecah, maka sel darah merah akan bocor dan terkumpul di bawah kulit sehingga memicu timbulnya memar. Umumnya, memar pada kulit tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar 2–4 minggu. Namun, waspadai memar yang disertai dengan nyeri, kemampuan gerak terbatas, dan pembengkakan, karena kondisi tersebut bisa menjadi tanda-tanda keseleo.

3. Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan kondisi yang paling sering menjadi penyebab pembuluh darah pecah. Hal ini terjadi karena arteri merupakan tumpuan tekanan aliran darah, sehingga peningkatan tekanan darah akan berdampak pada pembuluh darah ini.

Kondisi tekanan darah yang tinggi dalam jangka panjang ini dapat menyebabkan arteri menyempit dan rusak, sehingga dinding arteri menjadi kurang elastis dan membatasi aliran darah ke otot jantung. Kondisi ini juga dapat mengakibatkan terjadinya aneurisma yang bisa pecah kapan saja.

4. Perdarahan Subkonjungtiva
Penyebab pembuluh darah pecah berikutnya adalah perdarahan subkonjungtiva, yaitu kondisi ketika pembuluh darah kecil di bawah permukaan bening (konjungtiva) mata pecah. Darah yang bocor tersebut tidak dapat diserap dengan cepat oleh konjungtiva, sehingga darah terperangkap di area tersebut.

Perdarahan subkonjungtiva umumnya ditandai dengan munculnya bercak merah di bagian putih mata. Kondisi ini sering kali membuat orang khawatir, namun perdarahan ini tidak menyebabkan nyeri atau memengaruhi fungsi penglihatan dan bisa sembuh dalam waktu kurang lebih dua minggu.

5. Diabetes
Diabetes juga menjadi salah satu penyakit yang dapat menyebabkan pembuluh darah pecah di sekitar organ mata. Pasalnya, diabetes dapat meningkatkan kadar gula darah di bagian mata, sehingga menimbulkan komplikasi yang disebut dengan retinopati diabetik. Berbeda dengan perdarahan subkonjungtiva, pecahnya pembuluh darah di retina dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan menurunkan tingkat ketajaman penglihatan.

6. Aneurisma
Aneurisma adalah salah satu penyebab pembuluh darah pecah di kepala, tepatnya di area otak. Aneurisma merupakan kondisi ketika pembuluh darah mengalami penggelembungan akibat dinding pembuluh darah yang melemah. Jika sudah parah, pembuluh darah tersebut bisa pecah dan mengakibatkan perdarahan hebat yang menekan jaringan otak, sehingga memicu terjadinya stroke hemoragik.

Menurut sebah laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, diperkirakan satu orang mengalami pecah aneurisma setiap 18 menit. Setiap 500.000 orang meninggal setiap tahunnya akibat kondisi ini.

7. Aterosklerosis
Selain hipertensi, aterosklerosis juga menjadi salah satu penyebab pembuluh darah pecah yang paling sering terjadi. Aterosklerosis adalah kondisi ketika pembuluh darah arteri mengalami pengerasan akibat tumpukan plak dari kalsium dan kolesterol.

Semakin lama, plak tersebut akan membuat arteri menyempit dan menghambat aliran darah untuk melewati arteri. Aterosklerosis perlu diwaspadai dan mendapatkan penanganan sesegera mungkin karena dapat menyebabkan serangan jantung.

Gejala dan Tanda-tanda
Pecah pembuluh darah di otak kadang tidak menimbulkan gejala yang berarti, terutama bila penggelembungan pada pembuluh darah berukuran kecil. 

Namun, bila ukurannya lebih besar dan sudah memberi tekanan pada jaringan atau saraf otak, Anda mungkin akan mengalami tanda dan gejala, seperti:
1. Nyeri pada bagian atas atau bagian dalam salah satu mata.
2. Pupil mata membesar atau melebar.
3. Penglihatan kabur.
4. Mati rasa pada satu sisi wajah.
5. Sakit leher.
6. Mual dan muntah.

Apabila pembuluh darah sudah pecah dan menimbulkan perdarahan otak, Anda akan merasakan sakit kepala parah yang terjadi secara mendadak.Di samping itu, tanda dan gejala lain yang mungkin menyertainya, adalah:
1. Mual dan muntah.
2. Leher kaku.
3. Penglihatan kabur.
4. Sensitif pada cahaya.
5. Selopak mata terkulai.
6. Kebingungan mental.
7. Hilangnya kesadaran, bahkan koma.

Cara Mencegah
Selain disebabkan oleh sejumlah kondisi medis di atas, pembuluh darah pecah juga bisa dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat, seperti  mengonsumsi alkohol secara berlebihan, merokok, dan menggunakan obat-obatan terlarang, misalnya kokain dan heroin.

Maka dari itu, untuk mencegah pecahnya pembuluh darah dapat memulai gaya hidup sehat, seperti:
1. Bijak dalam menggunakan obat-obatan. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
2. Hindari menggosok mata secara kasar.
3. Menjaga pola makan sehat.
4. Melakukan aktivitas fisik dengan hati-hati untuk menghindari cedera.
5. Berhenti merokok. 
6. Mengurangi konsumsi alkohol dan tidak menggunakan obat-obatan terlarang.