JEDDAH, (ERAKINI) - Suhu udara di Makkah dan Madinah, Arab Saudi, dilaporkan mencapai 38-39 derajat celsius pada Minggu (19/4/2026). Kondisi panas dan kering tersebut membuat jemaah haji diimbau untuk melakukan langkah pencegahan guna mencegah gangguan kesehatan.
Anggota Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKPPJH) Sektor 1 Daerah Kerja Bandara, dr M Fathi Banna Al Faruqi, mengatakan suhu di Tanah Suci memang cenderung lebih panas dibandingkan Indonesia, meski belum mencapai puncak musim panas.
“Untuk musim haji sekitar awal Juni, memang belum masuk puncak musim panas, tetapi tetap lebih panas dibandingkan Indonesia,” ujar Fathi dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Ia mengungkapkan, berdasarkan pemantauan melalui aplikasi cuaca, suhu di Makkah sempat mencapai 39 derajat celsius, sementara di Madinah sekitar 38 derajat celsius pada siang hari.
Menurut dia, kondisi suhu tinggi yang disertai udara kering dapat memicu berbagai masalah kesehatan, terutama dehidrasi. Hal ini terjadi karena cairan tubuh lebih cepat menguap, bahkan tanpa disadari.
“Tubuh lebih mudah berkeringat, tapi tidak terasa karena langsung menguap. Ini yang membuat orang cepat mengalami dehidrasi,” jelasnya.
Gejala awal dehidrasi, kata Fathi, antara lain bibir kering dan pecah-pecah. Jika tidak segera diatasi, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi luka hingga berisiko infeksi.
Selain itu, bibir kering juga dapat memicu sariawan yang menyebabkan rasa tidak nyaman saat makan. Dampaknya, asupan energi dan cairan menjadi berkurang, sehingga memperparah kondisi dehidrasi dan berpotensi mengganggu kelancaran ibadah.
Untuk mencegah hal tersebut, kata dokter Fathi, jemaah diimbau agar tidak menunggu rasa haus untuk minum. Fathi menyarankan pola minum sedikit tetapi rutin.
“Minum dua teguk setiap 10 menit. Ini penting agar cairan tubuh tetap terjaga, tetapi tidak membuat jemaah terlalu sering ke kamar mandi,” ujarnya.
Ia juga menyarankan jemaah membawa botol minum yang dapat diisi air putih atau air zamzam selama beraktivitas.
Selain menjaga asupan cairan, penggunaan pelembab bibir juga dianjurkan untuk mencegah bibir kering. Produk yang digunakan sebaiknya mengandung petroleum jelly agar mampu menjaga kelembapan bibir.
“Yang paling utama tetap menjaga hidrasi dengan minum secara rutin,” kata Fathi.