KOTA GAZA, (ERAKINI) - Jumlah korban jiwa di Jalur Gaza terus melonjak dan kini telah melampaui 72.000 orang sejak konflik pecah pada Oktober 2023. Data dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 72.267 warga Palestina meninggal dunia, dengan mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak.
Selain itu, sebanyak 171.976 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Angka tersebut diyakini masih belum mencerminkan kondisi sebenarnya, karena banyak korban masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang belum berhasil dijangkau tim penyelamat.
Kekerasan di wilayah ini terus berlangsung meskipun gencatan senjata antara Hamas dan Israel telah diberlakukan sejak 10 Oktober 2025. Sejak saat itu saja, tercatat tambahan 691 korban tewas dan 1.876 orang luka-luka.
Upaya evakuasi juga terus dilakukan. Sedikitnya 756 jenazah berhasil ditemukan dari bawah puing-puing dalam periode pascagencatan senjata, menegaskan besarnya skala kehancuran yang terjadi.
Dalam 24 jam terakhir, sumber medis melaporkan dua korban meninggal dan 17 orang luka-luka telah dibawa ke rumah sakit di Gaza. Sementara itu, insiden terbaru kembali terjadi ketika serangan menghantam kamp pengungsian di wilayah Deir Al-Balah.
Badan pertahanan sipil setempat menyebutkan ledakan besar terjadi di kamp Al-Sitt, menyebabkan satu orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka. Kobaran api terlihat melahap tenda-tenda pengungsi, disertai asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke udara.
Rumah sakit Rumah Sakit Martir Al-Aqsa mengonfirmasi jumlah korban dari insiden tersebut. Seorang warga, Suhaila Khalil (57), yang tinggal di kamp itu, mengaku mendengar teriakan saat ledakan terjadi.
Ia menyebut ledakan terjadi tidak jauh dari tempat tinggalnya, dengan serpihan dan asap menyebar hingga ke area pengungsian dan melukai sejumlah orang.
Sejak konflik dipicu oleh serangan awal pada 7 Oktober 2023, ratusan ribu warga Gaza terpaksa hidup di kamp-kamp darurat dalam kondisi serba terbatas. Hingga kini, situasi kemanusiaan di wilayah tersebut masih jauh dari kata membaik, sementara upaya pencarian korban di bawah reruntuhan terus berlanjut.