Search

Tim Seksus Masjidil Haram PPIH Arab Saudi Sigap Bantu Jemaah Terpisah Rombongan Kembali ke Hotel

MAKKAH, (ERAKINI) - Memasuki hari ke-15 operasional penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M pada Rabu (6/5/2026), dinamika pergerakan jemaah di Kota Suci kian meningkat seiring padatnya aktivitas ibadah di Masjidil Haram.

Sejak kedatangan gelombang pertama jemaah haji Indonesia dari Madinah pada 30 April 2026, Tim Seksi Khusus (Seksus) Masjidil Haram Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah terus bergerak aktif melakukan langkah antisipatif.

Tim yang dibentuk Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI ini disiagakan di sejumlah titik krusial di area pelataran Masjidil Haram. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya perlindungan jemaah, khususnya dalam menangani kasus jemaah yang terpisah dari rombongan.

Kehadiran Seksus Masjidil Haram menjadi bukti bahwa PPIH tidak hanya fokus pada layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi, tetapi juga memberikan pendampingan langsung bagi jemaah yang mengalami kendala di lapangan.

Pendampingan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, mulai dari penelusuran identitas jemaah hingga pengantaran kembali ke kloter masing-masing melalui terminal bus yang telah ditentukan.

Berdasarkan pantauan Media Center Haji (MCH) pada Rabu (6/5/2026) pagi, ribuan jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia, memadati Masjidil Haram. Sebagian melaksanakan umrah wajib, sementara lainnya menjalankan salat sunnah. Ada juga yang sekadar ingin menikmati suasana Tana Suci.

Di tengah kepadatan tersebut, sejumlah jemaah dilaporkan terpisah dari rombongan dan kebingungan mencari arah kembali ke hotel.
Menerima laporan itu, tim Seksus langsung bergerak cepat memberikan bantuan dan pendampingan.

“Pagi ini kami didatangi jemaah yang melaporkan kehilangan rombongan. Ada juga yang ketinggalan barang. Banyak jemaah yang bingung, setelah tawaf itu mereka lupa nama terminal Ajyad, Jabal Ka'bah atau Syib Amir,” ujar anggota Tim Seksus Masjidil Haram, dokter Irwan Mustafa.

Menurut Irwan, tim sengaja disebar di berbagai titik strategis agar mudah dijangkau jemaah yang membutuhkan bantuan.

“Petugas menyebar,” kata dia.

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah melaporkan, pada Selasa (5/5/2026) terdapat 6.260 jemaah dari 16 kelompok terbang (kloter) yang tiba di Makkah. Mereka berasal dari sejumlah embarkasi, antara lain Yogyakarta, Kertajati, Padang, Medan, Solo, Surabaya, Lombok, dan Balikpapan.

Dengan tambahan tersebut, total jemaah haji Indonesia yang berada di Makkah mencapai 30.328 orang dari 77 kloter.

Secara statistik, jumlah jemaah lanjut usia (lansia) Indonesia pada musim haji 2026/1447 H mencapai sekitar 44 ribu orang. Adapun total jemaah berisiko tinggi, termasuk lansia dan penderita komorbid, tercatat sebanyak 177.253 orang dari total 203.320 kuota reguler.

PPIH Arab Saudi Daker Makkah pun menetapkan jadwal khusus pelaksanaan umrah wajib bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, serta mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi.

Umrah dijadwalkan pada pagi dan malam hari guna menghindari suhu panas ekstrem pada siang hari yang berpotensi membahayakan kondisi jemaah.