SOLO, (ERAKINI) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI meminta petugas haji kloter memiliki karakter kuat dan berkomitmen tinggi guna memperkuat kualitas layanan penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Penegasan tersebut disampaikan Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj RI, Akhmad Fauzin dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter Embarkasi Solo (SOC) di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026) malam.
Fauzin menyampaikan, pembentukan petugas haji yang berkarakter dan berkomitmen tinggi menjadi salah satu target utama Kemenhaj dalam meningkatkan mutu pelayanan jemaah. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh peserta diklat untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh.
“Mencetak PPIH angkatan pertama yang berkarakter dan berkomitmen tinggi merupakan target yang ingin dicapai Kementerian Haji dan Umrah RI,” ujar Fauzin.
Menurut Fauzin, diklat ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan petugas, baik dari aspek mental, fisik, maupun manajerial, dalam melayani ribuan jemaah haji Indonesia.
Fauzin menegaskan, penyelenggaraan ibadah haji merupakan amanah besar negara yang tidak hanya berkaitan dengan pelayanan keagamaan, tetapi juga menyangkut kehormatan bangsa dan kepercayaan umat.

Karena itu, Fauzin meminta seluruh petugas PPIH bersikap sigap, disiplin, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya di lapangan.
“Disiplin dan kesadaran dalam bertindak menjadi fondasi utama agar pelayanan berjalan dengan integritas dan tidak kehilangan nilai pengabdian,” katanya.
Lebih lanjut, Fauzin juga mengingatkan pentingnya etika dan integritas dalam diri setiap petugas haji. Menurut dia, para petugas tidak hanya melayani jemaah, tetapi sekaligus membawa nama baik Indonesia di mata dunia.
“Dengan ridha dan doa keluarga, petugas diharapkan mampu menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan,” tutur Fauzin.
Diketahui, Diklat PPIH Kloter Embarkasi Solo 2026 diikuti 426 peserta yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah kloter, dokter dan paramedis serta 106 petugas. Materi pelatihan mencakup standar layanan haji, manajemen lapangan terutama untuk menghadapi kondisi di Arab Saudi, pengelolaan data dan layanan digital, mitigasi risiko operasional, serta penguatan etika dan integritas petugas. Adapun pelatihan dijadwalkan berlangsung hingga 14 Februari 2026 mendatang.