Search

Kemenhaj Duga Ada Kartel Haji yang Ingin Benturkan Wamenhaj Dahnil dengan Buya Anwar Abbas

JAKARTA, (ERAKINI) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) buka suara terkait narasi yang berkembang mengenai Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak yang dituding melontarkan pernyataan tidak pantas terhadap tokoh Muhammadiyah, Buya Anwar Abbas.

Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha menduga narasi tersebut berasal dari oknum kartel haji yang sebelumnya mengajukan proyek ke Kemenhaj, namun tidak lolos dalam proses seleksi.

Ichsan menegaskan, sesuai mandat Presiden, Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah berkomitmen penuh untuk memberantas praktik kartel dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Alhamdulillah, prosesnya sudah berjalan, meski memang ada dinamika dan tantangan yang luar biasa,” kata Ichsan seperti ditayangkan akun Instagram Kemenhaj, Kamis (5/2/2026). 

Menurut Ichsan, dalam proses tersebut muncul berbagai upaya untuk melemahkan langkah Kemenhaj, termasuk penggiringan opini di media sosial hingga dugaan pembunuhan karakter.

“Bahkan ada kecenderungan mereka mulai masuk ke ranah media sosial, ada upaya-upaya penggiringan opini, bahkan pembunuhan karakter,” ujarnya.

Ichsan menyebut, salah satu upaya yang dilakukan adalah membenturkan Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dengan Buya Anwar Abbas.

“Ada upaya adu domba, membenturkan Pak Wakil Menteri Haji dengan Buya Anwar Abbas. Padahal kita tahu sampai sekarang hubungan keduanya sangat baik. Ini dilakukan oleh oknum-oknum yang ingin mereduksi perjuangan kita memberantas kartel haji,” tuturnya. 

Ichsan kemudian mengungkap kronologi keterlibatan salah satu oknum yang diduga berada di balik narasi tersebut. Ia menyebut, oknum itu sempat menghubunginya melalui pesan WhatsApp.

“Dia WA ‘Assalamualaikum Kanda, izin menyampaikan kompro, mudah-mudahan di 2026 kami bisa ikut terlibat di dalam pelaksanaan haji. Terima kasih, Kanda’,” ujar Ichsan membacakan pesan WA dari kartel haji tersebut. 

Menurut dia, oknum tersebut kemudian mengikuti proses pendaftaran melalui syarikah yang dibawanya dan terus mengabarkan perkembangan selama tahapan seleksi berlangsung.

“Pada proses seleksi hingga tahap akhir, syarikah yang dia bawa itu tidak lolos,” ucap Ichsan.

Ichsan mengungkapkan, setelah tidak lolos seleksi, oknum tersebut mendatangi Kemenhaj dengan membawa massa untuk berunjuk rasa dan menyebarkan narasi negatif.

“Dia datang ke Kementerian Haji bukan secara personal, tapi membawa massa unjuk rasa. Justru menyampaikan narasi seolah-olah ada monopoli dan dugaan korupsi,” ujarnya.

Bahkan, kata Ichsan, istilah “mafia haji” yang sebelumnya digunakan Kemenhaj untuk memberantas praktik kartel justru diarahkan kepada internal kementerian.

“Kita berjuang memberantas kartel haji, malah bahasa mafia haji diarahkan ke kita di Kementerian Haji,” kata dia.

Ichsan menekankan bahwa perjuangan memberantas kartel haji membutuhkan dukungan masyarakat luas. Ichsan berharap masyarakat terus mendoakan agar Kementerian Haji dan Umrah dapat bekerja lebih baik ke depan.

“Oleh karena itu, doakan semuanya agar Kementerian Haji jauh lebih baik ke depannya,” pungkasnya.