JAKARTA, (ERAKINI) – Pemprov DKI Jakarta menggelar kerja bakti (gotong royong) massal serentak di 44 kecamatan dan 267 kelurahan di berbagai wilayah Ibu Kota, Minggu (8/2/2026). Kerja Bakti Jaga Jakarta Bersih ini melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, unsur Aparatur Sipil Negara (ASN), Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), TNI, Polri, dan Palang Merah Indonesia (PMI).
"Kerja bakti serentak hari ini melibatkan 171.134 personel gabungan lintas instansi," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Pramono memimpin kerja bakti bersama Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (JK) di RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Tidak seperti kebanyakan pejabat, Pramono mengaku dia dan JK lebih memilih membuat kebijakan ketimbang masuk gorong-gorong saat kerja bakti.
"Tadi saya sambil bercanda sama Pak JK 'Pak JK kita ini dibesarkan dalam teknokrasi. Pasti Pak JK sama saya enggak mau masuk gorong-gorong, tapi yang bekerja adalah pikiran dan otaknya'. Pak JK ketawa," sebut Pramono.
Menurut Pramono, media dan warga malah bakal kaget jika dirinya nekat turun kerja bakti di gorong-gorong. "Sekali-sekali Gubernur masuk gorong-gorong, saya mau aja, Pak. Tapi nanti wartawan malah kaget kalau saya masuk gorong-gorong," lanjutnya.
Kerja bakti di RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, ini diikuti sekitar 1.000 personel gabungan. Pramono menyebut kerja bakti ini untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, yang meminta jajaran pemerintah pusat dan daerah, BUMN, TNI, dan Polri, turun tangan untuk membersihkan sampah.
Pramono pun memastikan, kegiatan kerja bakti akan dilakukan secara rutin untuk menciptakan Jakarta yang lebih nyaman dan aman, termasuk melalui upaya penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
"Selain mengerahkan lebih dari 171 ribu personel, kerja bakti ini juga didukung oleh 60 unit ekskavator dan 144 unit dump truck yang beroperasi di 66 lokasi, termasuk di wilayah Cipinang Melayu," terangnya.
Sementara itu, Jusuf Kalla menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan agar tidak timbul dampak-dampak negatif akibat sampah.
"Masyarakat harus ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan. PMI siap mendukung dan memberikan kontribusi nyata menjaga kebersihan," ajaknya.
JK lalu menyinggung banjir yang kerap terjadi di Jakarta. Banjir telah menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat, mulai dari aktivitas usaha yang terhenti hingga pemborosan bahan bakar akibat kemacetan.
"Jangan lupa, begitu banjir yang kena lebih banyak rakyat kecil. Orang di Menteng, di Kebayoran, di Pondok Indah, tidak kena banjir. Yang kena rakyat kecil. Jadi kita harus bertanggung jawab untuk itu," tegas JK.
Rano Karno Kerja Bakti di Cempaka Putih
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memimpin kerja bakti di Jalan Cempaka Putih Tengah, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kerja bakti ini juga melibatkan hampir 100 ribu personel gabungan
Rano menyampaikan, fokus utama kegiatan ini melakukan pengurasan dan pembersihan saluran air guna meningkatkan kapasitas saluran ait dan mencegah penyumbatan sampah.

Adapun Sekda Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto memimpin pelaksanan kerja bakti di kawasan Waduk Cincin, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Uus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran TNI dan Polri yang selama ini konsisten mendukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menjaga kebersihan.
"Menjaga Jakarta bukan hanya soal keamanan dan ketertiban, tetapi juga kebersihan. Kebersihan merupakan salah satu faktor penting dalam mencegah berbagai ancaman bencana, seperti banjir," ujarnya.
Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) Mayor Jenderal TNI Deddy Suryadi juga turun terjun langsung. "Melalui sinergisitas ini, diharapkan semangat menjaga kebersihan lingkungan dapat terus terpelihara demi mewujudkan Jakarta dan Indonesia yang aman, sehat, dan asri," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri. Ia menuturkan, lingkungan yang bersih akan membantu mengelola risiko bencana, khususnya banjir, sehingga dampaknya tidak meluas ke masyarakat.
"Kami berencana menjadwalkan kegiatan ini secara rutin, misalnya melalui program Jumat Bersih, agar kepedulian terhadap kebersihan terus tumbuh di tengah masyarakat," tandasnya.