JAKARTA, (ERAKINI) - Berkarier moncer di TNI merupakan impian banyak siswa SMA Taruna Nusantara Magelang yang memang mendapat pendidikan semimiliter. Namun, beberapa alumni SMA Taruna Nusantara yang berkarier di militer, ada yang memilih fokus ke politik.
Saat ini tercatat sejumlah alumni SMA Taruna Nusantara yang berkarier cemerlang di bidang politik. Mereka di antaranya ada yang menjadi kepala daerah, anggota DPR RI/DPRD, pengurus partai, hingga menteri.
Bahkan, dalam pesta demokrasi lima tahunan Pemilu 2024, terdapat empat alumni SMA Taruna Nusantara yang melenggang ke Senayan menjadi anggota DPR RI periode 2024-2029. Mereka adalah Sugiono (TN 5), Prasetyo Hadi (TN 6), Danang Wicaksana S (TN 5), dan Meireza Endipat Wijaya (TN 10).
Menariknya, di antara alumni SMA Taruna Nusantara yang terjun ke politik, ada yang awalnya berkarier di militer. Mereka kemudian mengundurkan diri atau memilih pensiun dini dari TNI. Lantas siapa saja alumni SMA Taruna Nusantara yang berkarier di TNI lalu pensiun dini? Berikut daftarnya dirangkum Erakini, Rabu (9/10/2024).
1. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY
AHY merupakan lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara angkatan 1997. AHY meraih Garuda Trisakti Tarunatama Emas atau predikat sebagai Lulusan Terbaik. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Akmil dengan kecabangan Infanteri. Selama bersekolah militer, AHY sudah mengemban amanah sebagai Komandan Resimen Korps Taruna pada 1999.
Pada tahun 2000, AHY menyelesaikan pendidikan Akmil dengan meraih dua penghargaan bergengsi. Ia dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik (Adhi Makayasa) dan Tri Sakti Wiratama,prestasi tertinggi dengan penilaian kolektif dari mental, fisik, dan kecerdasan intelektual.
Pada September 2016, AHY mengambil keputusan penting, yakni mengundurkan diri dari militer dengan jabatan terakhir sebagai Mayor. Keputusan ini menjadi awal perjalanannya masuk ke dunia politik. AHY mencalonkan diri dalam bursa pemilihan gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, namun gagal.
Meski gagal dalam Pilkada DKI 2027, AHY kemudian terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025 secara aklamasi dalam Kongres Ke V pada 15 Maret 2020. AHY saat ini juga menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) sejak 21 Februari 2024.
2. Sugiono
Sugiono satu angkatan dengan AHY di SMA Taruna Nusantara. Menariknya, Sugiono pernah bersaing dengan AHY memperebutkan kursi Ketua OSIS di SMA Taruna Nusantara.
Sugiono disebut sebagai anak ideologisnya Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Karenanya, setelah lulus dari SMA Taruna Nusantara, Sugiono mendapat beasiswa dari Prabowo Subianto untuk kuliah S1 Teknik Komputer di kampus militer Norwich University, Amerika Serikat. Setelah itu ia lanjut ke Akmil Magelang.
Sugiono saat ini menjabat sebagai anggota DPR-RI periode 2029-2029. Sugiono merupakan anggota TNI AD/Kopassus angkatan 2000. Pada tahun 2004 Sugiono memutuskan pensiun muda dari Koppasus dengan pangkat terakhir Letnan Satu.
Ia lalu bergabung sebagai kader Partai Gerindra. Karier politik Sugiono ternyata cukup cepat menanjak. Ia pernah menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Kaderisasi dan Informasi Strategis DPP Partai Gerindra (2014-2020), anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra (2014-2020), Wakil Ketua Harian DPP Partai Gerindra (2020-2025), dan menjadi Sekretaris Pribadi Prabowo Subianto.
3. Agust Jovan Latuconsina
Agust Jovan Latuconsina atau yang akrab disapa Jovan, adalah lulusan SMA Taruna Nusantara tahun 1997. Sama dengan Sugiono, Jovan juga menjadi anggota TNI AD angkatan 2000. Bahkan, keduanya sempat satu kamar di asrama SMA Taruna Nusantara.
Lulus dari SMA Taruna Nusantara, Jovan diterima sebagai taruna Akmil. Usai menjalani pendidikan selama tiga setengah tahun, ia lulus sebagai perwira TNI berpangkat Letnan Dua (Letda) dengan kecabangan Infanteri.
Jovan menjalani karier sebagai militer profesional di TNI selama 19 tahun. Pada bulan September 2013, ia sempat bergabung di Staf Kepresidenan Bidang Komunikasi Strategis (2013-2014).
Delapan bulan kemudian ia berangkat mengikuti Pendidikan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) di Nanjing Army Command College (NACC), di Chiba, dan lulus sebagai salah satu siswa terbaik asal luar negeri dengan predikat Excellent Student.
Selama kariernya di TNI AD, ia pernah menjadi Kepala Staf Pribadi (Kaspri) Pangkostrad) di tahun 2016 (2016-2017). Delapan bulan kemudian Jovan dipercaya menjadi Komandan Batalyon Infanteri Raider 323 Divisi I Kostrad (2017-2019) atau biasa dikenal dengan sebutan Batalyon Buaya Putih.
Selama menjabat sebagai Danyonif Raider 323, ia juga sempat ditugasi sebagai Komandan Latihan Pertempuran Hutan Divisi Infanteri I Kostrad (2018). Di saat kariernya sedang menanjak, pada Januari 2019 Jovan membuat keputusan untuk pensiun dini dari militer dengan pangkat terakhir Letkol. Ia memilih bergabung dengan Partai Demokrat yang pada saat itu menjabat sebagai Deputi Operasi Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat periode 2019-2020.
Saat ini Jovan dipercaya AHY untuk menjabat sebagai salah satu pejabat teras Partai Demokrat, yakni sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat periode 2020-2025.
4. Sigit Raditya
Sigit Raditya merupakan salah satu pejabat fungsionaris Partai Demokrat yang sekarang menjabat sebagai Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat Masa Bakti 2020-2025. Sigit juga saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Menteri ATR/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono.
Sigit adalah lulusan SMA Taruna Nusantara tahun 1997. Setelah menamatkan SMA Taruna Nusantara, Sigit mengikuti Pendidikan Militer di ROTC Norwich University, Amerika Serikat dan lulus pada tahun 2000. Ia meraih gelar Bachelor of Computer Information System pada tahun yang
Sebelum terjun ke dunia politik, Sigit merupakan Komandan Batalyon Infanteri 312/Kala Hitam Subang pada tahun 2018-2019. Pada tahun 2019 memutuskan untuk pensiun dini dari militer yang sudah digelutinya selama selama 19 tahun, dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel (Letkol).
5. Simon Petrus Kamlasi
Simon Petrus Kamlasi merupakan perwira tinggi TNI AD terbaru yang memilih mundur dari militer. Ia mengajukan pengunduran diri dari TNI karema maju dalam Pilkada Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2024 sebagai calon gubernur.
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengakui sudah menerima surat pengunduran diri Simon. Simon Petrus adalah satu-satunya anggota TNI AD aktif yang diusung untuk maju dalam Pilkada 2024. Sesuai aturan KPU, Simon wajib mengunduran diri dari TNI.
Simon merupakan Angkatan pertama SMA Taruna Nusantara Magelang dan lulus tahun 1993. Simon masih baru pecah bintang, yakni sejak 5 Juli 2024. Simon merupakan lulusan Akmil 1996 dari kecabangan Peralatan (CPL).
Selama kariernya di militer, Brigjen Simon pernah menjabat sebagai Kepala Staf Korem 161 Wira Sakti, Kodam IX/Udayana. Sebelumnya ia juga pernah berdinas di Paldam Kodam XVII/Trikora, Kapaldam Jaya, Aslog Kasdam IX/Udayana, hingga akhirnya Kepala Staf Korem 161 Wira Sakti.