JAKARTA, (ERAKINI) - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di seluruh Indonesia untuk mulai mengalokasikan anggaran khusus beasiswa bagi mahasiswa asing. Langkah ini dinilai strategis dan berpotensi memberikan dampak luas, tidak hanya bagi pengembangan kampus, tetapi juga bagi citra dan kepentingan bangsa di tingkat internasional.
Arahan tersebut disampaikan Kamaruddin saat membuka kegiatan Koordinasi Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang diikuti para Wakil Rektor dan Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan serta Kerja Sama PTKN se-Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 13–15 Januari 2026 di Jakarta.
“Kenapa banyak orang Indonesia kuliah di Universitas Al Azhar, karena di sana kuliahnya gratis dengan beasiswa dan biaya hidup murah,” terang Kamaruddin.
Menurut Kamaruddin, Indonesia berpeluang besar menjadi destinasi pendidikan Islam dunia. Saat ini menurut Peneliti Inggris, ada tiga universitas yang berpengaruh di dunia Islam yaitu Universitas Al Azhar, Universitas Madinah dan Universitas Internasional Iran.
Selain beasiswa mahasiswa asing, kamaruddin Amin juga menyinggung pentingnya perhatian civitas akademika PTKN menguatkan kehadirannya kepada masyarakat sekitar. “Mungkin disekitar kampus banyak keluarga yang kurang mampu, maka PTKN harus hadir memikirkan mereka, salah satunya dengan beasiswa”, kata Kamaruddin dihadapan 120-an peserta Rakor KIP-K Nasional.
“Perguruan Tinggi harus memberi dampak kepada masyarakat, di tengah kebutuhan masyarakat yang kian kompleks”, katanya.
Kamaruddin yang juga alumnus S3 Bon University Jerman ini juga membekali para pimpinan PT agar mencari sumber pendanaan lain, selain APBN, yaitu tution fee (UKT), kerjasama penelitian dengan dunia industri, pendanaan dari alumni, dan dana abadi pendidikan (endomen fund).
Wakaf, kata dia, bisa menjadi salah satu bentuk indomen fund bagi perguruan tinggi keagamaan Islam yang potensial untuk dikembangkan.
Sementara itu Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Ruchman Basori mengatakan, Puspenma merupakan lembaga yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Agama melalui Sekretaris Jenderal. Menangani hal-hal pembiayaan pendidikan stratagis menyangkut sumber daya manusia.
Dengan dibentuknya Puspenma, lanjut Ruchman, maka mulai Oktober 2024 dan seterusnya, pengelolaan KIP-K dan juga PIP pada Pendidikan Dasar dan Menengah Keagamaan menjadi kewenangan lembaga ini. Selain itu riset indonesia bangkit (MoRA The Air Funds) juga semua layanan beasiswa di Kementerian Agama.
Adapun Puspenma, pada tahun anggaran 2025, telah berhasil menyalurkan program dan anggaran KIP Kuliah sebesar Rp. 39.679.200.000,- bagi 6.012 mahasiswa. Untuk Beasiswa Indonesia Bangkit, telah memberikan beasiswa kepada 1.029 orang pada tahun 2025 dan 50 milyard untuk anggaran riset.
Menurutnya, koordinasi KIP-K sangat penting untuk menata ulang penyelenggaraan KIP Kuliah, agar profesional, transparan dan akuntabel, karena nilainya mencapai 1,6 trilyun. “Para Direktur Pendidikan pada Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha bersama Wakil Rektor/Wakil Ketua III harus berkolaborasi menangani misi mulia memberikan kesempatan studi kepada mahasiswa dari keluarga yang kurang mampu”, terang Ruchman.
Koordinasi ini berlangsung pada tanggal 13-15 Januari 2026, dengan dihadiri oleh Direktur Pendidikan Hindu I Ketut Sudarsana, Direktur Pendidikan Katolik Albertus Triyatmojo, Direktur Pendidikan Kristen Suwarsono, Sejumlah Kepala Biro Kemahasiswaan PTKN.
Kemudian dari internal Puspenma hadir Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan Maria Ulfa, Ketua Tim Program Indonesia Pintar Dikdasmenag Tria Sendi Santoso, Ketua Tim Investasi Pendidikan, Kerjasama dan Riset Hendro Dwi Antoro, Ketua Tim KIP Kuliah, Organisasi Kemahasiswaan dan Pemberdayaan Alumni Amiruddin Kuba, dan para staf Puspenma.