Menag: Kurikulum Berbasis Cinta Lahirkan Anak yang Produktif dan Berkah
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Kementerian Agama (Kemenag) resmi meluncurkan Belajar Mandiri Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Rabu (22/4/2026).
KBC hadir sebagai ikhtiar menjawab berbagai tantangan dunia pendidikan, antara lain kekeringan batin, penurunan kualitas akhlak, bullying, kekerasan, dan kebencian.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bertujuan melahirkan generasi yang tidak hanya produktif, tetapi juga membawa keberkahan.
"Kurikulum berbasis cinta targetnya adalah untuk melahirkan anak-anak Indonesia yang produktif dan berkah. Tidak semua produktif itu berkah, dan tidak mungkin ada berkah tanpa produktif. Karena itu kita akan mencoba melakukan evaluasi," ujar Menang.
Menurut Menag, sistem pendidikan masih perlu penyempurnaan agar tidak hanya menghasilkan peserta didik yang cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.
Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan sikap toleransi, rasa cinta terhadap sesama, serta kepedulian terhadap lingkungan.
"Kita tidak akan melahirkan anak didik yang kering batinnya, hanya tajam pikirannya. Yang kita harapkan adalah pikirannya tajam tapi hatinya juga subur, sehingga mereka akan bertoleransi satu sama lain, mereka akan mencintai sesamanya, bahkan sesama makhluknya, lingkungan hidupnya," tutur Menang.


















