JAKARTA, (ERAKINI) — Kapten Timnas Indonesia Mochammad Iqbal dan Kapten Jepang Kazuya Shimizu bersiap memimpin timnya dalam duel krusial semifinal Piala Asia Futsal 2026, Kamis (5/2) malam. Laga ini diprediksi berlangsung sengit, mempertemukan raksasa futsal Asia dengan tuan rumah yang tengah dalam tren positif.
Semifinal ini akan menjadi ujian besar bagi Indonesia yang berambisi mencetak sejarah di hadapan publik sendiri. Sementara bagi Jepang bertekad menambah koleksi gelar juara Asia.
Kedua pemain tampil sebagai figur kunci yang mengantarkan timnya ke empat besar. Jepang, yang telah empat kali menjadi juara, melangkah meyakinkan usai menghancurkan Afghanistan dengan skor telak 6-0. Sementara itu, Indonesia menunjukkan mental kuat dengan menyingkirkan sesama wakil Asia Tenggara, Vietnam, lewat kemenangan dramatis 3-2.
Shimizu tampil gemilang dalam laga terakhir Jepang setelah mencetak hattrick. Pemain berusia 28 tahun yang memperkuat klub Nagoya Oceans di F.League Division 1 itu mengaku antusias menghadapi Indonesia.
“Saya sangat bersemangat bermain melawan tim kuat di arena yang bagus. Kami tahu Indonesia memiliki dukungan suporter tuan rumah yang luar biasa, tetapi kami juga memiliki pendukung sendiri yang akan memberi semangat,” ujar Shimizu dikutip dari laman resmi AFC, Rabu (4/2/2026).
Shimizu juga mengaku cukup memahami karakter permainan Indonesia. Ia menyebut memiliki informasi langsung setelah kakaknya sempat bermain di Jakarta musim lalu. Selain itu, ia juga pernah menghadapi Indonesia saat memperkuat tim nasional U-20 Jepang di Spanyol.
“Kami juga memiliki pelatih Kensuke Takahashi yang sangat memahami permainan futsal Indonesia,” tambahnya.
Di kubu tuan rumah, Mochammad Iqbal juga menunjukkan peran penting. Pemain berusia 30 tahun itu telah mencetak tiga gol sepanjang turnamen dan menjadi sosok yang menjaga semangat tim saat Indonesia menghadapi tekanan Vietnam di babak perempat final.
“Pertandingan ini pasti sulit, tetapi ini bukan pertama kalinya kami melawan Jepang. Kami juga mengenal pelatih mereka sejak pernah menangani tim nasional Indonesia,” kata Iqbal.
Bek Bintang Timur Surabaya tersebut menegaskan Indonesia tidak gentar menghadapi kekuatan besar Asia. Ia optimistis dukungan suporter akan menjadi energi tambahan bagi skuad Garuda.
“Suporter kami adalah pemain keenam yang akan menambah semangat dan memastikan kami tidak menyerah. Kami akan bermain maksimal, profesional, dan memberikan yang terbaik,” tegasnya.