Search

Gempa di Sigi, BPBD Sulteng Catat 79 Rumah Warga Rusak dan 792 Jiwa Terdampak

PALU, (ERAKINI) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan sekitar 79 unit rumah warga di Desa Lembantongoa mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan magnitudo 5,3 di Kabupaten Sigi pada Minggu (6/8/2023).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Sulteng Andy A. Sembiring di Palu, Selasa (8/8/2023).

"Sampai saat ini kami masih melakukan pendataan, namun berdasarkan laporan sementara untuk jumlah rumah yang rusak sekitar 79 unit di lima dusun yang ada di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo," kata Andy A. Sembiring.

Ia merinci kerusakan rumah tersebut yakni, 21 unit rumah dan dua rumah ibadah rusak di Dusun 1, sembilan unit rumah rusak di Dusun 2, 10 unit rumah rusak di Dusun 3, 32 unit rumah rusak di Dusun 4, dan tujuh unit rumah rusak serta dua fasilitas umum rusak akibat gempa.

Sementara untuk jumlah warga yang terdampak di desa itu, kata dia, sekitar 792 jiwa. Dengan rincian 375 laki-laki, 417 perempuan, 100 balita, 34 batita, 69 anak - anak, 11 ibu hamil, 34 ibu menyusui, 52 lansia, 58 orang sakit, dan 12 disabilitas.

“792 warga terdampak tersebut mengungsi dan mendirikan tenda di pelataran rumah masing - masing, dan di lapangan,” katanya.

Ia merinci, dari jumlah itu sebanyak 216 orang, dengan rincian 101 laki-laki, 115 perempuan, 40 anak-anak, 45 balita dan 17 lansia mengungsi di pos lapangan.

Sementara untuk 274 warga yang terdiri atas 274 laki - laki, 302 perempuan, 34 bayi, 55 balita, 69 anak - anak, 11 ibu hamil, 34 ibu menyusui, 58 orang sakit, 12 orang disabilitas, dan 35 orang lansia dari Dusun 5 mendirikan tenda mandiri di pelataran rumah.

Selain Desa Lembantongoa, kata dia, ada dua desa lainnya juga terdampak, yaitu Desa Kamarora A dan Desa Kamarora B di Kecamatan Nokilalaki. Sebanyak 527 warga mengungsi.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sulteng, kata dia, bersama BPBD Kabupaten Sigi dan aparat desa setempat masih melakukan asesmen, dan membantu warga di lokasi terdampak bencana.

Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi teknis guna memantapkan penanganan lanjutan, mulai dari infrastruktur, sosial, ekonom,  kesehatan hingga logistik bahan pangan, dan lainnya.

"Dari pertemuan yang kami lakukan, masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) dilibatkan, punya tugas dan tanggung jawab," katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat bencana gempa di kabupaten itu yang berlangsung selama 14 hari, mulai dari tanggal 7-20 Agustus.

Sebelumnya, BMKG merilis gempa bumi bermagnitudo 5,3 terjadi di Kabupaten Sigi yang berpusat di darat, tepatnya di koordinat 1,19 lintang selatan dan 120,26 bujur timur atau 47 kilometer timur laut Sigi dengan kedalaman 16 kilometer tidak berpotensi tsunami pada pukul 09.44 WITA, Minggu (6/8/2023) pagi.

Kemudian, BMKG kembali merilis 48 kali aktivitas gempa susulan terjadi hingga Senin (7/8/2023) di sekitar wilayah titik gempa sebelumnya dengan magnitudo 3 hingga 5.