Sarif Abdillah : Pupuk Bersubsidi Harus Tepat Sasaran
Hendrati Hapsari
SEMARANG, (ERAKINI) - Pupuk bersubsidi harus dikelola dengan baik agar bisa menyentuh kebutuhan petani kecil.
"Selain memperkuat aspek teknis distribusi, juga harus ditekankan pentingnya pengawasan bersama," kata Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah, Selasa (14/10/2025).
Dia meminta semua pihak, termasuk pemerintah daerah, penyuluh, kelompok tani, dan aparat pengawas harus menjaga integritas dalam pendistribusian pupuk bersubsidi. Dalam hal ini, pupuk bersubsidi merupakan jantung produktivitas pertanian.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencabut izin 2.039 kios, distributor, dan pengecer yang terbukti melanggar aturan penjualan pupuk bersubsidi. Mereka terbukti menjual pupuk bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET) pada Senin (13/10).
Kios-kios tersebut tersebar di 285 kabupaten/kota di 28 provinsi. Konsentrasi pelanggaran tertinggi terjadi di wilayah padat aktivitas pertanian, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Lampung.
"Kita ingin memastikan setiap butir pupuk bersubsidi sampai ke tangan petani yang berhak dengan harga yang telah ditetapkan. Ini bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” tegas Sarif Abdillah.
Politisi yang akrab disapa Kakung ini tak ingin ada lagi keluhan pupuk langka di musim tanam. Atas dasar itu koordinasi antara pemerintah, distributor, penyuluh, dan kelompok tani terus diperkuat.
"Agar sistem penyaluran pupuk bersubsidi ini semakin efektif, transparan, dan tepat sasaran," sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.


















