Tokoh Agama dan Masyarakat di Jateng Serukan Kedamaian
Muhammad Slamet
SEMARANG (ERAKINI) - Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan sejumlah eleman masyarakat di Jawa Tengah, menyerukan kedamaian di tengah berbagai dinamika yang terjadi di negeri ini.
Seruan damai itu dikemas dalam acara “Istighotsah dan Doa Bersama, dari Jateng untuk Indonesia” yang digelar di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Minggu (31/8) malam.
Acara ini diinisiasi organisasi pemuda di Jawa Tengah, meliputi GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah. Acara juga dihadiri Gubernur Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin, dan Sekretaris Daerah Jateng Sumarno.
Doa bersama diawali dengan khataman Qur’an, yang digelar pukul 18.00 sampai 19.00 WIB. Setelah itu dilanjutkan dengan istighotsah dan doa bersama lintas agama.
Doa lintas agama dimulai dari perwakilan agama Konghucu, dilanjutkan agama Buddha, Hindu, Kristen, Katolik, dan Islam. Acara ditutup dengan deklarasi damai yang dibacakan berbagai organisasi kepemudaan di Jawa Tengah.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, Ahmad Darodji mengatakan, semua masyarakat lintas agama, diperintahkan untuk saling mengenal dan bersatu.
Dia menegaskan, persatuan dan kesatuan yang selama ini sudah terjalin diharapkan dapat memberikan kehidupan yang senantiasa sejuk, tidak mudah terprovokasi, dan menciptakan kedamaian dan ketentraman.
“Kita ini saling membutuhkan, kita ini saling mengisi, memberikan nasihat, dan kita tidak ingin adanya provokasi yang mengakibatkan tindakan anarkis. Kita pasti membutuhkan orang lain, kita tidak dapat hidup sendiri, kita bersama orang lain,” tuturnya.


















