Kronologi Siswa Kelas 2 SD Tewas Dipukuli Kakak Kelas di Riau
Abdul Rahman Ahdori
RIAU, (ERAKINI) - Seorang siswa kelas 2 SD berinisial KB (8) dilaporkan meninggal dunia usai mengalami perundungan dan penganiayaan oleh 5 kakak kelasnya di salah satu sekolah dasar (SD) di Indragiri Hulu, Riau.
Berdasarkan informasi yang beredar pada Senin (2/6/2025), tindakan perundungan tersebut sudah berlangsung lama. Parahnya lagi, perundungan dipicu oleh perbedaan agama dan suku. Korban yakni KB yang merupakan anak sulung dari pasangan Gimson Beni Butarbutar (38) dan Siska Yusniati Sibarani (30).
Ayah korban, Gimson, mengungkap bahwa sebelum kejadian tragis ini, KB telah berkali-kali menjadi sasaran ejekan dari kakak kelasnya. Kejadian mencapai puncaknya ketika 5 siswa yang lebih tua secara bersama-sama melakukan kekerasan fisik terhadap KB.
“Pada Senin (19/5/2025), KB pulang sekolah lebih awal menggunakan sepeda. Namun, sepedanya dirusak oleh kakak kelas. Esok harinya, KB kembali pulang lebih cepat,” beber Gimson.
Malam harinya, lanjut Gimson, kondisi fisik KB memburuk. Anaknya mengeluh sakit pinggang, demam tinggi, dan bolak-balik ke kamar mandi. Sang ayah melihat adanya pembengkakan di bagian perut bawah putranya. Gimson lalu mencari informasi ke rumah teman anaknya, Rio, yang kemudian mengungkap bahwa KB dipukuli oleh 5 kakak kelasnya.
Mengetahui hal itu, Gimson segera menghubungi wali kelas, yang sempat berjanji akan memanggil orangtua para pelaku. Namun, janji itu tidak ditepati.
“Akhirnya, saya mendatangi langsung pihak sekolah untuk meminta klarifikasi,” tuturnya.
Dalam pertemuan dengan salah satu siswa pelaku, DR, sang anak tidak mengakui bahwa ia menendang KB, melainkan hanya memukul dari belakang. DR justru menyebut siswa lain, HM, sebagai pelaku yang menyerang perut KB.


















