Pelaku Industri Kreatif Semarang Diharapkan Selalu Melek Teknologi
Hendrati Hapsari
SEMARANG, (ERAKINI) - Pelaku industri kreatif di Kota Semarang diharapkan untuk selalu melek teknologi di tengah kuatnya era Artificial Intelligence (AI).
Plt Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, Diah Supartiningtias menilai, era AI bukan untuk ditakuti, melainkan dimanfaatkan. "AI dapat mempercepat produksi, memperbaiki kualitas, dan membuka peluang-peluang bisnis yang sebelumnya tidak terpikirkan," kata dia, Senin (24/11/2025), di Radjawali Semarang Cultural Center.
Di era ketika teknologi semakin canggih, kata dia, ide adalah mata uang utama. Kota-kota yang mampu melindungi, merawat, dan mengembangkan ide kreatif akan menjadi pemenang. Selain itu, jadikan kreativitas sebagai sumber penghidupan.
"Daftarkan IP, kembangkan karakter, bangun jejaring, dan bermimpilah besar. Tidak ada karya yang terlalu kecil untuk menjadi besar," kata dia.
Dia menyebutkan, kolaborasi adalah kunci. Pemerintah menyediakan ruang dan arah, namun ekosistem kreatif hanya akan tumbuh jika pelaku industri, komunitas, kampus, dan investor saling percaya dan bekerja bersama.

Semarang IP-Summit 2025, merupakan acara kali pertama digelar di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ini berlangsung pada pada 23-24 November 2025. Kota Semarang dan menjadi momen dalam upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis Intellectual Property atau kekayaan intelektual.


















