Titik Api Meluas, Abdul Wahid Tetapkan Riau Tanggap Darurat Karhutla
Thomas Pulungan
PEKANBARU, (ERAKINI) - Gubernur Riau Abdul Wahid menetapkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul meningkatnya jumlah titik panas dan titik api dalam sepekan terakhir. Status ini sebagai langkah responsif terhadap kondisi yang kian mengkhawatirkan.
Status tanggap darurat ini diumumkan Abdul Wahid dalam pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto, dan jajaran forkopimda Riau, di Pekanbaru, Selasa (22/7/2025).
“Mulai hari ini, saya menetapkan status tanggap darurat,” kata Abdul Wahid, dikutip dari keteranganya.
Abdul Waid mengungkapkan bahwa wilayah dengan titik api terbanyak berada di dua kabupaten, yakni Rokan Hilir dan Rokan Hulu. Kedua daerah ini menjadi perhatian serius karena kerap mengalami karhutla setiap tahun.
“Kita lihat dari titik api di Rokan Hilir dan Rokan Hulu yang paling banyak. Sehingga kita minta kepada seluruh pihak terkait hari ini, harus gerak lebih lagi,” ujarnya.
Sebelumnya, sejak 27 Maret lalu, Provinsi Riau telah berada dalam status siaga darurat karhutla hingga 30 November. Namun, peningkatan signifikan titik panas dan luasan lahan terbakar membuat Pemprov Riau mengambil langkah tegas.
Dengan status tanggap darurat memungkinkan penggunaan sumber daya secara maksimal, termasuk pengerahan bantuan logistik dan teknologi dari pemerintah pusat serta koordinasi lintas sektor. “Tanggap darurat ini dilakukan sebagai upaya kita untuk memaksimalkan penanganan . Kita perkuat monitoring dan ground checking titik hotspot,” ungkapnya.

















