Ilustrasi - BMKG meminta sejumlah wilayah untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2025. Sebanyak 11 provinsi diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan. (Foto: Pixabay)
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau sejumlah wilayah untuk mewaspadai potensikebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tahun 2025 ini. Sehingga, 11
Sebagaimana dilihat dari laman resminya, BMKG memprediksi awal musim kemarau 2025 akan terjadi secara bertahap mulai akhir April hingga Juni di sebagian besar wilayah, dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada periode Juni–Agustus.
Plt. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan, sifat kemarau diprediksi didominasi kondisi normal (sekitar 60%), namun 26% wilayah berpotensi mengalami kemarau atas normal (lebih basah) dan 14% bawah normal (lebih kering).
“Pada, April-Mei 2025, risiko karhutla umumnya rendah, namun beberapa area di Riau, Sumatera Utara, dan NTT mulai menunjukkan risiko menengah hingga tinggi. Juni 2025, peningkatan signifikan risiko karhutla di Riau (41,5% wilayah berisiko tinggi), Sumatera Utara, Jambi, dan sekitarnya,” jelasnya.
Untuk Juli-September 2025, lanjut dia, risiko karhutla meluas ke Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Papua. Kemudian, wilayah NTT, NTB, Papua Selatan, Kalimantan Selatan, serta Bangka Belitung menjadi wilayah dengan potensi risiko tertinggi, dan Oktober 2025, risiko karhutla diprediksi tetap tinggi di NTT, Papua Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
BMKG mengimbau pemerintah daerah di sejumlah provinsi untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensikarhutla tersebut, di antaranya:
1. Riau,
2. NTT,
3. Sumatera Selatan,
4. Jambi,
5. Lampung,
6. Bangka Belitung,
7. Kalimantan Selatan,
8. Kalimantan Tengah,
9. Sumatera Barat,
10. Sumatera Utara,
11. Kalimantan Barat,
12. Kalimantan Timur,
13. Papua Selatan.
“Langkah preventif dan mitigasi berbasis prediksi BMKG diharapkan dapat segera diimplementasikan,” katanya.
Di samping itu, lanjut Dwikorita, BMKG memberikan beberapa rekomendasi seperti peningkatan kewaspadaan seluruh pihak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini, terutama menjelang dan selama puncak musim kemarau (Juni-Oktober 2025).
Juga, pemanfaatan Informasi BMKG yaitu informasi prediksi iklim dan potensikarhutlaBMKG dapat diakses secara interaktif melalui situs resmi BMKG. Data kualitas udara, hotspot, dan prediksi potensikarhutla juga tersedia untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
“BMKG berkomitmen untuk terus memantau perkembangan iklim dan potensikarhutla serta menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat dan pihak terkait demi mencegah dampak buruk yang mungkin terjadi,” katanya.