Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Sambangi Jambore Nasional Pramuka di Cibubur
Eka Setiawan
CIBUBUR, (ERAKINI) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambangi penyelenggaraan Jambore Nasional (Jamnas) ke-XII di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (14/8/2026).
Luthfi yang juga sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Ka Mabida) Gerakan Pramuka Jateng ini menyapa dan memberikan lecutan motivasi kepada kontingen Pramuka Penggalang asal Jateng yang disiapkannya sebagai calon pemimpin masa depan.
"Adik-adik yang datang ke sini, dicetak untuk menjadi pemimpin saat pulang ke Jawa Tengah dan kabupaten/kota masing-masing. Kalian akan dididik bersikap mandiri, terampil, punya daya kreasi, serta punya motivasi, sehingga bisa membanggakan diri sendiri dan orang lain," kata Luthfi pada siaran pers Pemprov Jateng, Sabtu (15/8/2026) pagi.
Olah karenanya, lanjut Luthfi, adik-adik penggalang harus mampu menunjukkan sikap, perilaku, tindak-tanduk, dan tutur kata sesuai dengan yang diajarkan dalam kepramukaan.
Selain itu, pegiat pramuka juga harus mampu mengidentifikasi masalah dan menyelesaikannya, baik secara individu maupun kelompok.
Menurut dia, Jamnas juga menjadi momentum untuk bersosialisasi dengan perwakilan dari provinsi lain di Indonesia.
"Ceritakan tentang Jawa Tengah, ceritakan kabupaten/kota, ceritakan daerah asal. Anda Pramuka Penggalang yang merupakan wakil atau duta-duta provinsi Jawa Tengah," katanya.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga berdialog dengan adik-adik Pramuka Penggalang Jawa Tengah. Sosok yang dekat dengan anak-anak itu juga memberikan pelukan kepada perwakilan Pramuka Berkebutuhan Khusus dan Pramuka Penggalang lainnya, serta melayani permintaan foto bersama dan tanda tangan.
Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Slamet Budi Prayitno, mengatakan untuk Jamnas ke-XII ini jumlah kontingen Jawa Tengah sekitar 1.488 orang. Terdiri atas 1.208 Penggalang/SMP, 24 Berkebutuhan Khusus, 68 Pimpinan Kontingen Cabang, 175 orang Pembina Pendamping, 12 Pimpinan Kontingen Daerah, dan 1 Dokter Kontingen. Ribuan peserta itu dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan sudah mengikuti pelatihan selama tiga bulan.

















