Pemkot Semarang Dampingi Anak dari Korban Tewas akibat KDRT Suami
Akhmad Baihaqi Arsyad
SEMARANG, (ERAKINI) - Pemerintah Kota Semarang memberikan pendampingan terhadap anak dari AA (22) korban tewas akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Sendangguwo, Semarang, yang dilakukan suaminya.
Keprihatinan mendalam disampaikan oleh Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, di Semarang, Jawa Tengah, Senin (28/8/2023) atas kasus tersebut. Pihaknya akan ikut mendampingi anak-anak korban di RDRM (Rumah Duta Revolusi Mental).
"Langkah pertama si suami harus diproses hukum karena sudah menghilangkan nyawa istrinya. Anak-anaknya juga akan didampingi tim psikolog dari RDRM karena menyaksikan kejadian tersebut," kata Ita, sapaan akrabnya saat mengunjungi keluarga korban.
Ita kemudian langsung berkoordinasi dengan Camat Tembalang dan Lurah Sendangguwo untuk membantu menangani kebutuhan ekonomi dari keluarga korban. Apalagi anak-anak korban masih bersekolah dan butuh dukungan dari Pemkot Semarang.
"Karena memang kondisi ekonomi, kami juga sudah meminta kepada Pak Camat, kepada Bu Lurah untuk segera menangani baik kebutuhan-kebutuhan anaknya, karena ada yang sudah sekolah, maupun juga dari keluarganya," katanya.
"Karena saya juga dapat informasi, ibunya korban sendiri karena korban anak tunggal. Ini yang diperlukan bagaimana penanganannya," kata Wali Kota Semarang.
Pihaknya mengimbau dan mengajak perempuan-perempuan jika ada yang mengalami KDRT agar tidak takut melaporkan kejadian yang dialami kepada pihak kepolisian. Selain itu, ditegaskan olehnya juga, bahwa pihaknya akan terus bersama dengan perempuan-perempuan korban KDRT.
"Kami juga minta kepada para perempuan agar bisa menyuarakan. Kalau terjadi KDRT, laporkan. Kami ada di belakang ibu-ibu semua, para perempuan sehingga tidak ada seperti ini, karena kalau terjadi kasihan anak-anak yang ditinggalkan, kasihan keluarganya," kata perempuan pertama yang jadi Wali Kota Semarang.
Sebelumnya, kasus KDRT menimpa AA (22), warga Sendangguwo, Semarang, di rumahnya, yang membuatnya meregang nyawa setelah dianiaya suaminya, YB.

















