PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten, telah selesai diperbaiki. Foto: ASDP
CELEGON, (ERAKINI) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan Dermaga VIPelabuhan Merak, Banten, telah selesai diperbaiki setelah mengalami kerusakan akibat insiden yang melibatkan KMP Portlink III pada 17 Maret lalu.
Proses perbaikan berlangsung dalam waktu delapan hari dan dirancang untuk memastikan kesiapan operasional dermaga dalam menghadapi . Berdasarkan hasil survei Kemenhub, diprediksi terjadi pada H-3 atau 28 Maret 2025.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menyatakan bahwa percepatan perbaikan dilakukan dengan strategi kerja paralel antara pekerjaan beton dan baja. Pengerjaan dilakukan dengan sistem kerja 24 jam nonstop dan pengawasan ketat selama tahap konstruksi serta pengujian mutu untuk memastikan kualitas pekerjaan.
“Berkat kerja sama solid antara tim teknis ASDP, kontraktor, serta koordinasi dengan KSOP, BPTD, Kepolisian, dan TNI, perbaikan Dermaga VI dapat selesai lebih cepat dari perkiraan,” ujar Heru Widodo dalam keterangannya, Rabu (26/3/2025).
Ia menjelaskan, perbaikan melibatkan sejumlah elemen penting seperti struktur baja movable bridge, sistem hidraulik, struktur pondasi, dolphin protector, dan breasting dolphin. Untuk memastikan kualitas konstruksi, ASDP menggunakan beton mutu tinggi K-400 dengan additive yang dapat mempercepat setting beton dalam 24 jam. Semua pekerjaan telah melalui pengujian mutu beton untuk memastikan standar keselamatan dan teknis yang diperlukan.
Sebelum dioperasikan kembali, dermaga telah melalui tahap uji coba guna memastikan keselamatan dan kesiapan teknis. Dengan selesainya perbaikan ini, ASDP memastikan bahwa kapasitas layanan penyeberangan Merak-Bakauheni tetap optimal untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2025.
Puncak Arus Mudik Mulai Terlihat
Pada H-6 Lebaran, ASDP mencatat pergerakan penumpang dan kendaraan yang terus meningkat. Berdasarkan data Posko Merak selama 24 jam pada H-6 pada Selasa, 25 Maret 2025), tercatat 61.383 penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara. Angka ini sedikit menurun sebesar 5,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (64.850 orang).
Untuk kendaraan, kendaraan roda dua tercatat 3.161 unit, meningkat 17,3% dibandingkan tahun lalu, sementara kendaraan roda empat tercatat 8.413 unit, turun 4,3%. Penurunan yang signifikan terlihat pada kendaraan logistik, dengan truk yang menyeberang hanya 1.958 unit, turun 45,1% dari tahun lalu, seiring dengan pembatasan truk logistik sesuai dengan SKB.
Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H-6, jumlah penumpang yang telah menyeberang ke Sumatera mencapai 264.174 orang, naik 29,5% dibandingkan tahun lalu, sementara kendaraan mencapai 60.452 unit, naik 19,2%.
Sementara Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, mengingatkan seluruh pengguna jasa untuk membeli tiket secara online melalui Ferizy, yang tersedia di aplikasi, website, m-banking, OTA (Online Travel Agent), gerai retail, dan agen bank. Pemesanan tiket dapat dilakukan mulai H-60 sebelum keberangkatan, dengan batas waktu pembelian paling lambat H-1 sebelum perjalanan.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan membeli tiket lebih awal melalui Ferizy. Pastikan untuk check-in sesuai jadwal yang tertera di tiket agar perjalanan lebih nyaman dan lancar," kata Shelvy.