PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memprediksi puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, Banten, akan terjadi pada H-3 Lebaran atau Jumat (28/3/2025). Foto: ASDP
"Puncak arus mudik sementara diprediksi akan terjadi pada H-3, maka kita harus perkuat koordinasi antar instansi," ujar Direktur Utama Indonesia Ferry, Heru Widodo, dalam keterangannya, dikutip Senin (24/3/2025).
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah tercatat sekitar 2.200 orang yang membeli tiket penyeberangan menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pemudik yang semakin meningkat, ASDP memastikan akan menambah jumlah kapal yang beroperasi.
Heru menyebut sebanyak 36 unit kapal telah disiapkan untuk mengangkut pemudik. Ini merupakan penambahan dari 26 unit kapal yang biasanya beroperasi. "Jelang Lebaran ini, kita tambah 10 unit kapal dan nanti kita tambah juga kapal-kapal besar untuk mengangkut lebih banyak pemudik," tambahnya.
Selain itu, pihak ASDP juga memastikan pelayanan penyeberangan akan dilakukan dengan cepat untuk menghindari penumpukan di pelabuhan.
ASDP juga memberlakukan diskon tarif kendaraan penumpang hingga 36% atau tarif satu harga pada layanan ekspres lintasan Merak-Bakauheni. Kebijakan ini diterapkan mulai hari ini atau H-7 hingga H-1 Lebaran.
"Untuk mendukung kelancaran arus mudik, ASDP menerapkan diskon tarif hingga 36% atau tarif satu harga pada layanan ekspres lintasan Merak-Bakauheni mulai Senin (24/3) hingga Minggu (30/3)," ujar Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Shelvy Arifin.
Menurut Shelvy, diskon ini ditujukan untuk beberapa kategori pengguna jasa, yaitu pejalan kaki serta kendaraan Golongan IVA, IVB, VA, dan VIA. Guna memaksimalkan manfaat dari program diskon ini, ASDP mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan lebih awal dan melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Ferizy minimal sehari sebelum keberangkatan.
"Kami mengingatkan pengguna jasa untuk membeli tiket secara online sebelum tiba di pelabuhan serta datang sesuai jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket. Kami berharap dengan adanya diskon ini, masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan ekonomis," kata Shelvy.
Sementara itu, Kakorlantas Polri Brigjen Pol Agus Suryo Nugroho menyebutkan, sejumlah skema penanganan lalu lintas menuju Pelabuhan Merak telah disiapkan untuk mengatasi kepadatan arus mudik.
Salah satu skema tersebut adalah penerapan sistem ganjil genap di Tol Tangerang-Merak, yang bertujuan untuk mengatur kendaraan yang dapat melintas dengan lancar. "Karena itu, harus ada kesesuaian antara tanggal dan plat nomor mobil. Sistem ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan dan memastikan kendaraan dapat melintas tanpa hambatan," ungkap Agus.
Selain itu, polisi juga akan menerapkan delay system, yaitu tindakan untuk memperlambat jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah tertentu agar tidak terjadi penumpukan. "Jika terjadi penumpukan, kami akan lakukan delay system di sejumlah rest area, seperti di KM 68, KM 43, dan KM 31, untuk menahan laju kendaraan menuju Pelabuhan Merak," tambahnya.
Dengan persiapan tersebut, arus mudik Lebaran 2025 diharapkan dapat berjalan lancar tanpa adanya penumpukan yang berarti, sehingga para pemudik dapat sampai ke tujuan dengan aman dan nyaman.