Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah. Foto : ist
SEMARANG, (ERAKINI) - Wakil Ketua DPRD Jawa TengahSarif Abdillah menyebut petani kopi di provinsi ini memiliki peluang untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai jual lebih dibanding jika hanya mengandalkan penjualan komoditas tersebut dalam bentuk mentah.
Oleh sebab itu, para petani didorong terus meningkatkan jumlah produksi .
Selama ini, setiap tanggal 11 Maret diperingati sebagai Hari Kopi Nasional, untuk mengapresiasi petani dan budaya kopi tanah air.
“Tujuannya tentu jelas, yaitu menyatukan seluruh elemen dalam industri kopi, mulai dari petani, pengolah, hingga pemilik kedai dalam satu visi besar, yakni untuk meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar global," jelas Kakung.
Kakung menambahkan, dalam pertumbuhan ekonomi kreatif, kopi bukan lagi sekadar komoditas, melainkan gaya hidup yang menggerakkan ekonomi mikro melalui ribuan coffee shop yang dikelola anak muda.
"Karena itu, tentu potensi kopi ini harus terus kita jaga dan tentu ditingkatkan. Ini dimulai dari bagaimana meningkatkan produksinya dulu," terang legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Apalagi, lanjut Kakung, beberapa waktu lalu, Kamar Dagang Islam Tingkat Dunia (Connect Souq) juga melirik potensi kopi yang ada di Jawa Tengah.
“Ini juga bisa menjadi pasar baru, sehingga produksi kopi kita akan banyak juga yang menembus pasar ekspor,” bebernya.
Pada 2024 lalu, luas areal perkebunan kopi di Jawa Tengah mencapai 47.714,53 hektare dengan produksi 26.507,79 ton. Perkebunan kopi tersebar di 28 Kabupaten/Kota di Jateng dengan dua jenis utama, yakni kopi robusta dan arabika.
Beberapa kabupaten juga telah ditetapkan sebagai kawasan kopi nasional, di antaranya Kabupaten Temanggung, Wonosobo, Semarang, Magelang dan Jepara.
Hal itu menurut Kakung, merupakan peluang bagi petani kopi, untuk meningkatkan produksi. Tidak sekadar produk kopi mentah, namun mengolahnya menjadi minuman yang memiliki nilai jual lebih.
“Bahan baku ada, kualitas baik. Sekarang, bagaimana membranding kopi kita tak hanya dikenal di lokal, tapi sampai internasional,” tegasnya.