Menyesap Kopi Bernuansa Klasik di Pinggiran Kota Semarang
Hendrati Hapsari
SEMARANG, (ERAKINI) - Nuansa klasik dan makanan rumahan seperti magnet menarik pulang ke rumah. Jeda sebentar menepi di pinggiran Kota Semarang menghantarkan kaki menuju lokasi Kopi Pak Tjarik.
Udara sejuk dari kebun Pohon Karet sepanjang jalan ampuh meredakan kebisingan kota dan kepenatan aktivitas. Rasa teduh terasa saat melihat dua bangunan dari kayu jati terletak di Jalan Raya Kaligetas Jatibarang Kecamatan Mijen Kota Semarang.
Rasanya seperti seperti bertandang ke rumah orang tua. Dari parkiran lapang terlihat rumah joglo awet dan apik mengusung kembali memori masa kecil.
Satu rumah model limasan asal Blora mampu menampung 30 orang untuk bersantai. Di sini ada menu prasmanan tersaji menggoda pengunjung seperti aroma masakan ibu yang kaya rempah. Keterikatan lidah dengan citarasa masa kecil memberikan kehangatan suapan demi suapan.
Tengok saja menu yang pasti membuat perut terasa lapar. Seperti sambel tumpang, lodeh, sop, sayur jipang, opor ayam, mangut, oseng daun pepaya, garang asem ayam, manyung dan lainnya.
“Makanan ndeso (disajikan) prasmanan dan kopi mengobati kangen agar pengunjung balik lagi ke sini,” ungkap Karyawan Kopi Pak Tjarik, Nanda Elisa Putri, Minggu (18/1/2026).
Menu andalan adalah sambel tumpang tersedia setiap hari. Ada pula garang asem ayam hanya tersedia pada hari Sabtu dan Minggu.

















