Search

Anggota DPR Habib Idrus Kritik Penanganan Banjir di Periuk Damai-Villa Mutiara Pluit, Minta Pemkot Tangerang Bertindak Cepat

TANGERANG, (ERAKINI) - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Idrus Aljufri mengkritik penanganan banjir yang merendam permukiman warga di kawasan Periuk Damai dan Villa Mutiara Pluit, Kota Tangerang oleh pemerintah setempat. Idrus mendesak Pemkot Tangerang untuk segera bertindak cepat mengatasi masalah banjir yang sudah terjadi sejak beberapa hari tersebut.

“Banjir ini sudah berlangsung selama lima hari. Tentu saja menjadi pertanyaan, sejauh mana keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan ini,” ujar Idrus dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).

Akibat banjir, itu, lanjut Idrus, banyak warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebagian warga memilih bertahan di masjid-masjid di sekitar lokasi sambil membawa kasur serta peralatan rumah tangga yang masih bisa diselamatkan.

Idrus menegaskan, pemerintah daerah perlu bergerak lebih cepat dan serius, baik dalam penanganan darurat maupun dalam mencari solusi permanen agar banjir tidak terus berulang.

Menurut dia, penanganan banjir tidak boleh hanya bersifat reaktif, melainkan harus disertai langkah konkret untuk memperbaiki sistem penanganan kawasan rawan banjir.

Penanganan banjir tidak boleh hanya bersifat reaktif. Harus ada langkah nyata, mulai dari perbaikan sistem drainase, pengelolaan aliran air, hingga penataan kawasan yang rawan banjir,” kata dia.

Idrus juga meminta pemerintah daerah memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi selama masa pengungsian, termasuk ketersediaan makanan, air bersih, layanan kesehatan, serta tempat pengungsian yang layak.

Menurut dia, keselamatan dan kondisi warga harus menjadi prioritas utama di tengah situasi darurat seperti saat ini.

“Yang paling penting saat ini adalah memastikan warga yang terdampak mendapatkan perlindungan dan bantuan yang memadai,” ujarnya.

Dia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah yang lebih efektif agar genangan air dapat surut dengan cepat sehingga warga tidak terus mengalami kesulitan setiap kali hujan turun.

“Musibah ini harus menjadi evaluasi serius agar ke depan penanganan banjir di Kota Tangerang bisa lebih baik dan tidak terus berulang,” kata Idrus.

Sebelumnya, banjir dilaporkan mencapai ketinggian antara 2 hingga 5 meter di kawasan Periuk Damai dan Villa Mutiara Pluit, Kota Tangerang, Banten. Kondisi itu bahkan membuat permukiman warga selama terendam selama beberapa hari. 

Di sejumlah titik, genangan air bahkan hanya menyisakan bagian atap rumah yang masih terlihat.