Cuaca ekstrem mengakibatkan pohon tumbang dan merusak rumah warga di wilayah Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada Minggu (22/2/2026). (Foto: BPBD Kabupaten Banyumas).
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis rekap kejadian bencana pada 22–23 Februari 2026. Dalam kurun waktu dua hari, peristiwa didominasi banjir yang melanda sejumlah daerah, terutama di Provinsi Nusa Tenggara Barat, disusul di Jawa Tengah. Lebih dari seribu tersebut.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. Berikut ini rincian kejadian bencana, dilansir Erakini dari laman resmi BNPB, Senin (23/2/2026)!
Di Kabupaten Lombok Barat, banjir merendam beberapa dusun di Desa Sekotong Batang dan Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, pada Minggu (22/2/2026). Laporan dari BPBD setempat mencatat 182 kepala keluarga (708 jiwa) terdampak akibat hujan berintensitas tinggi. Tidak ada korban jiwa, dan genangan dilaporkan berangsur surut pada malam hari.
Sehari sebelumnya, Sabtu (21/2/2026), banjir juga menerjang tujuh desa di tiga kecamatan di Kabupaten Bima. Curah hujan sedang hingga lebat kembali memicu luapan air yang berdampak pada 241 kepala keluarga atau 845 jiwa. Satu keluarga terpaksa mengungsi sementara.
Selain korban terdampak, kerusakan fisik juga dilaporkan. Di Kabupaten Bima tercatat satu rumah rusak berat, dua fasilitas pendidikan terdampak, serta masing-masing satu unit tempat ibadah, kantor desa, dan pasar mengalami kerusakan. Pada Minggu malam, tinggi muka air di Desa Labuhan Kenangan, Kecamatan Tambora, berkisar 10–70 sentimeter, sementara beberapa desa lain seperti Kawinda Na’e, Rasabou, dan Oi Panihi mulai menunjukkan kondisi membaik.
Jika dihitung, bencanabanjir di NTB dalam dua hari menjangkau sedikitnya 9 desa di 4 kecamatan pada 2 kabupaten, dengan total 423 kepala keluarga atau 1.553 jiwa terdampak.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Dampaknya, delapan kepala keluarga (31 jiwa) terdampak langsung dan satu keluarga beranggotakan lima jiwa harus mengungsi ke rumah kerabat.
Kerusakan bangunan di wilayah ini meliputi delapan rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, dan enam rumah rusak ringan. Petugas BPBD segera melakukan pembersihan pohon tumbang serta material yang menghambat akses warga.
BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar tetap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi. Di NTB, peringatan dini cuaca masih aktif. Berdasarkan pemantauan pada Senin (23/2/2026) pukul 09.50 WITA, hujan sedang hingga lebat yang berpotensi disertai kilat dan angin kencang diperkirakan terjadi sekitar pukul 10.00 WITA.
Adapun wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, serta Kota Mataram. BNPB mendorong masyarakat untuk melakukan langkah antisipatif sejak dini, baik melalui kesiapsiagaan keluarga maupun penguatan jejaring komunikasi seperti grup WhatsApp dan radio handheld transceiver yang dikelola BPBD bersama aparat kecamatan dan desa. Langkah mitigasi yang cepat dan terkoordinasi diharapkan mampu menekan risiko korban serta meminimalkan dampak kerusakan apabila cuaca ekstrem kembali terjadi.