BNPB: Angin Kencang Terjang Tulungagung, Longsor di Morowali dan Banjir di Grobogan-Demak
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sejumlah bencana mengguncang sejumlah wilayah Indonesia per 20 Februari 2026, di antaranya angin kencang terjang Tulungagung, longsor di Morowali serta banjir di Grobogan dan Demak.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, situasi kebencanaan di Tanah Air hingga Jumat (20/2/2026) pukul 07.00 WIB menunjukkan sejumlah peristiwa masih didominasi bencana hidrometeorologi basah. Berikut ini rinciannya!
Angin Kencang Rusak Belasan Rumah di Tulungagung
Peristiwa angin kencang menerjang Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Sedikitnya 15 rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang terlepas akibat terpaan angin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat segera melakukan asesmen, pendataan, serta kerja bakti bersama warga untuk membersihkan material. Kondisi terakhir dilaporkan telah berangsur normal dan situasi dinyatakan kondusif.
Longsor di Morowali Renggut Satu Nyawa
Bencana tanah longsor terjadi di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Rabu (18/2/2026). Peristiwa ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan sejumlah alat berat tertimbun material longsor. Tim SAR berhasil menemukan korban pada Kamis (19/2). Setelah proses identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
Banjir di Grobogan dan Demak Masih Berlangsung
BNPB juga memperbarui data banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Banjir berdampak pada 10.061 kepala keluarga dengan 9.736 rumah terendam. Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat mulai 16 hingga 22 Februari 2026. Hingga kini, genangan air masih bertahan di Kecamatan Tegowanu dan Kecamatan Godong.
Sementara itu, banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mengakibatkan 8.163 rumah terdampak. Kondisi air dilaporkan mulai surut secara bertahap. Perbaikan tanggul terus dikebut menggunakan alat berat. Namun, sejumlah area persawahan di Kebonagung, Pilangwetan, dan Tlogosih masih tergenang.
Melihat tingginya intensitas bencana dalam beberapa hari terakhir, BNPB mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat curah hujan tinggi.
Warga yang bermukim di bantaran sungai diminta rutin memantau tinggi muka air dan mengikuti informasi cuaca dari instansi resmi. Jika hujan deras berlangsung lama, masyarakat diimbau segera melakukan evakuasi mandiri ke lokasi aman serta memahami jalur evakuasi yang telah ditetapkan.
Pihaknya menegaskan pentingnya kesiapsiagaan kolektif guna meminimalkan risiko korban dan kerugian material di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.















