1.000 Lebih Warga Terdampak Banjir Bandang yang Kembali Melanda Kabupaten Sumbawa
Akhmad Baihaqi Arsyad






"Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir bandang yang melanda Desa Labuhan Jambu," kata Muhammad Nurhidayat.
Akibat banjir tersebut, kata dia, sebanyak 3 dusun di Desa Labuhan Jambu terendam, di antaranya Dusun Nangapela, Dusun Jambu Timur, dan Dusun Labu Liang.
Nurhidayat merinci, pada Dusun Nangapela, wilayah yang terendam banjir berada di RT-01/01 dengan jumlah warga terdampak 293 jiwa (103 KK). Kemudian di RT-14/01 jumlah warga terdampak 165 jiwa (49 KK).
Lalu untuk Dusun Jambu Timur wilayah yang terendam yakni RT- 03/02, dengan jumlah warga terdampak 311 jiwa (105 KK). Kemudian RT-04/02 jumlah warga terdampak 280 jiwa (61 KK).
Banjir tersebut selain merendam rumah-rumah warga juga merendam SDN Labuhan Jambu, Puskesmas Pembantu (Pustu), dan pupuk sebanyak sembilan ton yang dimiliki tiga kelompok tani di wilayah setempat. "Tapi air sudah surut dan warga mulai membersihkan rumah masing-masing," kata Muhammad Nurhidayat.
Untuk kebutuhan yang mendesak saat ini, kata dia, masyarakat terdampak banjir sangat membutuhkan logistik, khususnya pangan.
Bencana banjir bandang sebelumnya juga terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Sumbawa pada Sabtu (24/2/2024) dan disertai tanah longsor.
Bencana banjir dan tanah longsor ini terjadi di Desa Labangkar dan Desa Ropang. Keduanya berada di Kecamatan Ropang. Banjir bandang dan tanah longsor ini akibat hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu di Kecamatan Ropang.
Banjir tersebut mengakibatkan puluhan rumah di Desa Labangkar terendam banjir. Tidak hanya itu, banjir juga mengakibatkan kerugian materi. Jumlah warga terdampak sebanyak 30 KK. Sedangkan, jumlah rumah yang terdampak longsor empat unit.
Masih di bulan Februari, banjir juga terjadi pada Rabu (21/2/2024), melanda Desa Kalabeso, Desa Labuhan Burung, dan Desa Jurumapin yang berada di Kecamatan Buer. Kemudian banjir juga terjadi di Desa Marente, Kecamatan Alas.
Banjir itu mengakibatkan jembatan penghubung antara Desa Kalabeso ke Desa Labuhan Burung Kecamatan Buer terputus. Selain itu, tanggul penahan tebing di bagian kiri dan kanan jembatan penghubung tersebut ikut ambruk sekitar 60 meter.
Selain itu, areal pertanian sekitar 25 hektare yang terendam banjir gagal panen, termasuk 52 KK juga ikut terdampak banjir bandang tersebut. Sementara di Desa Marente, Kecamatan Alas, mengakibatkan jembatan penghubung antara Dusun Marente Loka dan Dusun Beru Marente juga terputus di terjang banjir bandang. (ant)


