Kemensos Bantu Fasilitasi Tenda Pengungsian hingga Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir di Demak
Akhmad Baihaqi Arsyad






Hal itu disampaikan oleh Plt. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam M. Delmi, Jumat (16/2/2024) malam.
Ia mengatakan bahwa Kementerian Sosial terus berupaya guna memenuhi kebutuhan nutrisi, kenyamanan dan layanan yang optimal bagi para penyintas banjir di posko pengungsian.
“Sebelumnya sudah dikirim bantuan pada 8 Februari 2024, dan kemudian ditambah pada Sabtu, 10 Februari 2024,” kata Delmi.
Sejumlah layanan fasilitas yang diberikan oleh Kemensos yaitu tenda pengungsian, toilet portable, dapur umum, posko kesehatan, posko layanan administrasi dan informasi, posko air bersih yang disalurkan melalui Gudang Kemensos di Sentra Margo Laras Pati dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.
Delmi merinci, bantuan tambahan yang diberikan berupa makanan siap saji 1.000 paket, lauk pauk siap saji 1.000 paket, makanan anak 1.000 paket, kasur 200 lembar, family kit 100 lembar, pakaian anak-anak 100 paket, selimut 200 lembar, sandang dewasa 100 paket, sandang anak 100 paket dan tenda serba guna 2 unit.
Kementerian Sosial melalui gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah juga memberikan tambahan bantuan, seperti makanan siap saji 1.000 paket, kasur 30 lembar, tenda keluarga portable 20 unit, dan toilet portable 2 unit.
Sementara itu, kata Delmi, untuk memenuhi kebutuhan makanan, Kementerian Sosial telah bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Demak untuk membuka dapur umum yang mampu memproduksi ribuan bungkus makanan untuk disalurkan ke 28 titik lokasi sekaligus menyuplai bahan natura untuk dua titik.
Di samping bantuan dari pemerintah setempat, Kementerian Sosial juga bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Jepara untuk mendirikan dapur umum.
Sebanyak 3 dapur umum tersebut telah memproduksi 5.000 sampai 8.000 nasi bungkus per hari yang didistribusikan untuk makan pagi dan makan siang.
Terkait penanganan banjir di Demak, Kementerian Sosial bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Dinas Sosial dan Tagana Kabupaten Demak, Jepara, Kudus, Rembang, Pati, Sragen, Surakarta serta Tagana Task Force (6 personil), BPBD Kabupaten Demak, Pramuka serta pilar-pilar sosial lainnya. (ant)



