Sarif Abdillah Imbau Dampak Cuaca Ekstrim Terhadap Pangan Diantisipasi
Hendrati Hapsari
SEMARANG, (ERAKINI) - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengimbau pemerintah daerah (pemda) mengantisipasi dampak cuaca ekstrim terhadap produktivitas pangan tahun 2026.
“Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah berdampak pada sejumlah daerah,” kata Sarif Abdillah, Jumat (23/1/2026).
Dia melanjutkan, banjir yang melanda di sejumlah daerah tersebut turut menggenangi lahan pertanian dan berpotensi menyebabkan gagal panen.

Pria akrab disapa Kakung ini menambahkan, cuaca ekstrem akibat perubahan iklim merupakan ancaman semakin serius bagi sektor pertanian.
“Cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi merupakan risiko yang tidak dapat dihindari. Namun, dampaknya dapat diminimalkan melalui mitigasi yang baik dan kesiapsiagaan pemerintah daerah,” jelas Kakung.
Kakung menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan mewujudkan swasembada pangan pada 2026, termasuk pencapaian target produksi padi sebesar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG).
“Pemerintah harus bisa mengatasi persoalan ancaman gagal panen yang dialami petani di sejumlah daerah. Mereka bukan hanya mengalami pengurangan keuntungan, tapi bahkan ada juga yang merugi karena sawah dan kebunnya terendam banjir,” sebut legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.


















