Ilustrasi - Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember akan menggelar konferensi Internasional 2025 membahas eco-Maqasid akhir Agustus 2025. (Foto: UIN KHAS Jember).
Mengusung tema ‘Islamic Law and Environmental Ethics: Cultivating Eco-Maqasid on Humanity and Nature’, konferensi internasional yang akan digelar 28-29 Agustus 2025 ini akan dirangkaikan dengan kuliah tamu serta
Wildani Hefni yang juga anggota dewan pakar PB IKA PMII mengatakan, pembahasan tentang krisis iklim menjadi isu global. Menurutnya, civitas akademika penting untuk berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, termasuk pengelolaan sumber daya alam dan pendidikan lingkungan.
“Melalui konferensi ini, kami berharap lahir satu terobosan tentang ikhtiar merawat planet melalui bahasa agama di tengah-tengah masyarakat. Dengan bahasa lain yang lebih sederhana, gerakan kemanusiaan untuk menggabungkan kesadaran ekologis dengan ajaran Islam dalam menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, konferensi ini akan membahas eco-maqasid sebagai basis epestemik pemahaman dan kesadaran keagamaan akan pentingnya merawat bumi,” kata Wildani Hefni, alumnus the Australian National University (ANU), Australia, Senin (4/8/2025) di Jember.
Adapun konferensi ini, kata dia, menghadirkan cendekiawan dan intelektual terkemuka dunia di bidang Ilmu syariah, hukum, dan pengkaji eco-feminism serta eco-Islam. Di antara pembicara yang akan mengisi konferensi ini adalah Professor Jasser Auda, Dr. Ali Abdel Moniem dan Dr. Addiarrahman, keduanya dari Maqasid Institute, Zaimatus Sa’diyah, pengkaji eco-feminism dan eco-Islam dari Radboud University, Belanda, serta Dr. Martoyo dosen Fakultas SyariahUIN KHAS Jember.
Adapun intensive short course on maqasid methodology sebagai rangkaian kegiatan ini akan dilaksanakan tanggal 27 Agustus 2025 di aula Fakultas SyariahUIN KHAS Jember. Instruktur kegiatan short course ini akan diisi oleh Professor Jasser Auda, Dr. Ali Abdel Moniem, Dr. Addiarrahman, Dr. Wildani Hefni dan Dr. Busriyanti, M.Ag.
Untuk materi yang akan dikaji dalam intensive short course on maqasid methodologyFakultas SyariahUIN KHAS Jember 2025 ini antara lain, General Introduction to Maqasid Methodology: Why Maqasid?, Limitations of the Contemporary Approach, Methodology I, Discovering Methodology, Enhancing the Research Capacity of Scholars, Methodology II: Five Steps of Maqasid Methodology, The Composite Framework: The Seven Elements, Reorienting the Islamic Worldview: Fiqh al-Wasatiyah Approach, dan Maqasid al-Usroh.