Tol Solo-Yogyakarta-Bandara YIA segmen interchange Prambanan, ditargetkan dapat mulai beroperasi secara fungsional jelang libur Natal dan Tahun Baru 2025. Foto: Ilustrasi/ist
Saat ini, konstruksi infrastruktur penghubung antarkota di dua provinsi tersebut telah mencapai 90 persen. PT Adhi Karya, selaku kontraktor proyek tol tersebut memastikan bahwa jalur sepanjang 8 hingga 10 kilometer yang menghubungkan Klaten ke Prambanan dapat digunakan secara fungsional pada akhir Desember 2024.
Humas Proyek Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 1 Paket 1.2 PT Adhi Karya, Agung Murhandjanto, mengungkapkan bahwa konstruksi fisik jalan tol sudah mencapai kondisi yang baik.
“Konstruksi fisik sudah mencapai 90 persen, dan kami siap untuk mengoperasikan tol ini pada momen Nataru (Natal dan Tahun Baru),” ujar Agung dalam keterangannya, dikutip Selasa (3/12/2024).
Meskipun kondisi fisik jalan sudah siap, Agung mengungkapkan bahwa beberapa fasilitas pendukung, seperti penerangan jalan, rambu-rambu lalu lintas, dan pembatas jalan, masih dalam tahap penyelesaian dan akan dilengkapi mendekati waktu operasional.
“Secara fisik, kami sudah siap. Fasilitas lainnya, seperti penerangan jalan, akan menyusul menjelang waktu pelaksanaan operasional,” jelas Agung.
Sebelumnnya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo optimistis Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Seksi Kartosuro-Purwomartani untuk Segmen Klaten – Prambanan, dapat difungsionalkan untuk mendukung kelancaran arus libur Nataru 2025.
Dody mengatakan dengan dibukanya secara fungsional Segmen Klaten - Prambanan akan melengkapi Seksi Kartasura - Klaten yang sudah beroperasi sejak Oktober 2024 sepanjang 20,1 km. Hal ini akan mengurai kemacetan saat arus mudik dan arus balik libur Nataru, serta mempersingkat waktu tempuh.
"Klaten - Prambanan konstruksinya sudah selesai, tinggal kelengkapan saja, dan Insya Allah awal-awal Desember 2024 sudah bisa difungsikan. Memang masih butuh kelengkapan-kelengkapan, tetapi terus kita kejar untuk menghadapi traffic saat Nataru," kata Menteri Dody.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dishub DIY, Sumariyoto, mengatakan bahwa jumlah pemudik dan wisatawan yang melintas wilayah Yogyakarta selama libur Nataru 2025 diprediksi akan meningkat dibandingkan tahun lalu.
“Perkiraan kasar kami, sekitar 10 juta orang akan melintas di Yogyakarta, baik yang keluar maupun masuk, berdasarkan perhitungan infrastruktur saat ini dan data mobilitas tahun lalu,” ujar Sumariyoto.
Pada periode libur akhir tahun 2023, jumlah orang yang melintas tercatat mencapai 8,89 juta orang. Untuk libur akhir tahun ini jumlah tersebut diperkirakan naik sekitar enam persen, menjadi 9,42 juta orang. Mobilitas tersebut mencakup perjalanan baik menggunakan transportasi pribadi maupun umum.
Sumariyoto menambahkan, pada liburan Nataru 2023, mobilitas yang tercatat paling banyak adalah kendaraan yang keluar dari Yogyakarta dibandingkan yang masuk. Yogyakarta memiliki empat jalur utama keluar-masuk, dengan volume kendaraan tertinggi tercatat di pintu timur Yogyakarta, tepatnya di kawasan Prambanan.
Kenaikan mobilitas ini didorong oleh kemudahan akses, termasuk akses tol Solo-Yogyakarta dan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang sudah mulai bisa diakses masyarakat.
Untuk itu, Dishub DIY mengimbau kepada masyarakat yang hanya melintas dan tidak bermaksud berhenti di Yogyakarta untuk menghindari jalur pusat kota guna mengurangi potensi kepadatan. Masyarakat juga disarankan untuk memanfaatkan transportasi umum dan menghindari perjalanan pada jam-jam sibuk.
“Bagi yang melintas dari Surabaya menuju Jawa Tengah, masih bisa melalui pusat kota. Namun, bagi yang menuju Jawa Barat, disarankan untuk tidak melewati pusat kota Yogyakarta,” tutup Sumariyoto.