Sarif Abdillah Harapkan Pemda Siapkan Tata Kelola Air Embung Saat Kemarau
Hendrati Hapsari
SEMARANG, (ERAKINI) - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengharapkan pemerintah daerah menyiapkan tata kelola air dari berbagai embung sebagai upaya menjaga ketahanan pangan.
“Upaya ini perlu dilakukan untuk memastikan provinsi ini tetap menjadi salah satu sentra pangan nasional sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah,” kata Kakung, sapaan akrab Sarif Abdillah, Kamis (15/7/2026).
Menurut Kakung, ketersediaan air menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama di daerah yang mengandalkan sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah taktis dengan mengoptimalkan fungsi embung di seluruh daerah guna menjaga ketersediaan air.
“Apalagi, target produksi padi Jateng pada 2026 ini cukup besar yakni mencapai 10,55 juta ton Gabah Kering Giling,” beber Kakung.
Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau di Indonesia diperkirakan berlangsung pada bulan Juli–September 2026 dengan durasi panjang yang berpotensi berlanjut hingga awal tahun 2027.
Selain embung, kata Kakung, Provinsi Jateng juga memiliki infrastruktur penyangga berupa sekitar 38 waduk yang dikelola pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). “Meski demikian, optimalisasi embung maupun waduk yang ada harus dilakukan melalui manajemen tata kelola air yang ketat,” terangnya. Legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini mengatakan, pelepasan air dari embung atau waduk harus diatur berbasis data berdasarkan ketersediaan tampungan aktual. “Hal ini bertujuan agar cadangan air tidak cepat habis dan cukup memenuhi kebutuhan hingga musim kemarau berakhir,” ungkap dia.
















