Trump–Netanyahu Sepakati Rencana Perdamaian 20 Poin Akhiri Perang Gaza
Thomas Pulungan
WASHINGTON, (ERAKINI) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (29/9) mengumumkan kesepakatan rencana perdamaian 20 poin untuk mengakhiri perang Gaza. Namun, belum jelas apakah Hamas akan menerima syarat-syarat yang ditawarkan.
Menurut seorang pejabat kepada Associated Press (AP), rencana tersebut telah diserahkan kepada Hamas yang saat ini sedang meninjaunya dengan “itikad baik”.
Trump menyebut hari itu sebagai “hari bersejarah bagi perdamaian” dalam konferensi pers bersama Netanyahu di Gedung Putih. Netanyahu pun memuji inisiatif tersebut dengan menyatakan, “Saya mendukung rencana Anda untuk mengakhiri perang di Gaza, yang mencapai tujuan perang kami.”
Trump mengklaim Hamas berminat menyelesaikan konflik, meski pejabat Hamas Mahmoud Mardawi menegaskan kelompoknya belum menerima rencana tertulis itu.
Trump pun mengancam akan mendukung penuh Israel jika Hamas menolak. “Bibi (Netanyahu) akan mendapat dukungan penuh kami untuk melakukan apa yang harus dilakukan,” katanya.
Selain itu, Trump juga menyinggung isu negara Palestina. Ia mengatakan memahami penolakan Netanyahu, namun menyebut langkah perdana menteri Israel kali ini “sangat baik bagi Israel.”
Isi Rencana Perdamaian 20 Poin Dalam dokumen yang dirilis Gedung Putih, beberapa poin utama rencana tersebut meliputi: - Semua tawanan Israel dibebaskan dalam 72 jam setelah Israel menerima perjanjian. - Israel tidak akan mencaplok atau menduduki Gaza, dan warga tidak akan dipaksa meninggalkan wilayah itu. - Pasukan Israel mundur ke garis yang disepakati untuk mempersiapkan pembebasan tawanan. - Bantuan kemanusiaan ke Gaza akan diawasi PBB dengan dukungan pasukan stabilitas internasional dari negara-negara Muslim tetangga. - Pembentukan Dewan Perdamaian untuk mengawasi administrasi teknokratis Gaza, dipimpin langsung oleh Trump bersama tokoh internasional, termasuk mantan PM Inggris Tony Blair.


















