Dinkes DIY Pastikan Antraks Tidak Menular Antarmanusia
Akhmad Baihaqi Arsyad
YOGYAKARTA, (ERAKINI) – Kasus antraks belakangan ini telah terjadi di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bahkan sampai menelan korban jiwa.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) drg Pembajun Setyaningastutie, M.Kes memastikan penyakit antraks yang disebabkan bakteri Bacillus Anthracis tidak menular dari manusia ke manusia.
"Satu yang perlu digarisbawahi penyakit antraks itu tidak menular dari manusia ke manusia. Jadi tidak ada kemudian kena antraks terus bisa menularkan pada yang lain, tidak," katanya di Yogyakarta, dikutip dari Antara, Kamis (7/7/202).
Pihaknya menjelaskan, atraks termasuk penyakit "zoonosis" atau penyakit yang bisa menular dari binatang ke manusia. Penularan antraks ke manusia, menurutnya bisa melalui tiga jalur yakni melalui kulit, pernapasan, dan pencernaan.
"Jika muncul di kulit biasanya manusia itu bersentuhan dengan hewan ternak yang positif antraks," ungkapnya.
Sementara yang menyerang melalui pernapasan, lanjutnya, berasal dari spora bakteri antraks dari hewan ternak yang telah mati karena positif antraks lalu terhirup manusia. "Sporanya misalnya dari hewan yang mati karena antraks kemudian nempel di rumput kemudian terhirup," paparnya.
Sedangkan untuk penularan antraks melalui pencernaan biasanya karena mengonsumsi daging dari ternak yang sudah positif antraks.
Menurutnya, terkait kasus antraks yang muncul di Dusun Jati, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul disebabkan karena warga mengonsumsi daging sapi yang mati karena positif antraks.

















