Ilustrasi - BMKG mengimbau warga Jateng-Sumut dan 4 provinsi lain untuk mewaspadai hujan sangat lebat 17 hingga 19 Oktober 2025. (Foto: Pixabay).
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem bagi sejumlah wilayah di Indonesia. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat selama periode 17–19 Oktober 2025.
Dalam siaran yang dilansir Erakini dari laman resminya pada Jumat (17/10/2025) BMKG menetapkan status Siaga untuk enam provinsi yang diprediksi akan mengalami curah hujan tinggi disertai potensi petir dan angin kencang. Keenam wilayah tersebut adalah:
1. Jawa Tengah
2. Sumatera Utara
3. Kepulauan Bangka Belitung
4. Kalimantan Barat
5. Sulawesi Barat
6. Papua Tengah
BMKG juga mencatat bahwa cuaca ekstrem bukan hanya terbatas pada hujan lebat. Angin kencang juga diperkirakan melanda beberapa wilayah lainnya, antara lain:
1. Nusa Tenggara Timur (NTT)
2. Maluku
3. Papua Selatan
Secara umum, menurut BMKG, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia saat ini berada dalam fase transisi musim. Pola cuaca didominasi oleh awan tebal hingga hujan ringan, terutama pada pagi hingga siang hari. Namun, peningkatan intensitas hujan diperkirakan terjadi pada sore hingga malam hari, yang dipicu oleh aktivitas konvektif lokal dan dampak gelombang atmosfer regional.
Beberapa wilayah lain yang juga perlu waspada terhadap hujan dengan intensitas sedang hingga lebat adalah:
- Wilayah Sumatera: Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Lampung
- Wilayah Jawa: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur
- Wilayah Nusa Tenggara: NTB dan NTT
- Wilayah Kalimantan: Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan
- Wilayah Sulawesi: Sulawesi Selatan
- Wilayah Timur Indonesia: Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan
BMKG mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi, terlebih yang terjadi dalam durasi lama, berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan air, tanah longsor, pohon tumbang dan ngin kencang sesaat.
Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di luar ruangan saat hujan deras disertai kilat/petir, serta memastikan saluran air dan drainase di sekitar tempat tinggal dalam kondisi bersih dan berfungsi baik.
Selain itu, BMKG mengimbau seluruh warga Indonesia untuk selalu mengikuti pembaruan prakiraan cuaca harian dan peringatan dini melalui kanal resmi, seperti situs web BMKG, aplikasi Info BMKG, Media sosial resmi BMKG.