Ilustrasi - Hiburan rakyat berupa pagelaran wayang kulit, pameran foto dan Rembang Expo memeriahkan peringatan hari jadi ke-284 Kabupaten Rembang. (Foto: Pemprov Jateng).
REMBANG, (ERAKINI) – Pada peringatan hari jadi ke-284 Kabupaten Rembang, pagelaran wayang kulit dan RembangExpo digelar untuk memeriahkan momen bersejarah tersebut. Hiburan rakyat berupa di Pendapa Museum Kartini dan di Gedung Hijau, rumah dinas wakil bupati setempat, Sabtu (26/7/2025).
Bupati Rembang Harno menyampaikan bahwa peringatan hari jadi menjadi momentum penting, untuk melestarikan warisan budaya daerah. Dia berharap, pagelaran wayang tersebut tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi generasi muda, agar lebih mengenal dan mencintai seni tradisional. “Kita memperingati Hari Jadi Rembang dengan nguri-uri budaya kita, yaitu lewat pagelaran wayang,” ujar Bupati Rembang dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng, Senin (27/7/2025).
Sementara itu, menurut Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro, pameran foto bukan sekadar pajangan foto, melainkan ruang dialog dan refleksi bagi masyarakat, untuk memaknai Rembang lebih dari sekadar angka statistik.
“Di momen ini, kita ingin merayakan Hari Jadi Kabupaten Rembang dengan berkumpul bersama para seniman untuk berdiskusi. Saya yakin, pameran ini juga menjadi ajang berekspresi bagi kawan-kawan,” katanya.
Selain pagelaran wayang kulit dan pameran foto, adasebanyak 120 stan dari berbagai sektor, mulai kuliner, kerajinan, pertanian, hingga produk pabrikan ikut meriahkan RembangExpo dalam rangka hari jadi Kabupaten Rembang tersebut. Pameran berlangsung mulai di Gedung Balai Kartini, mulai Jumat (25/7/2025) hingga Kamis (31/7/2025).
RembangExpo, kata Wabup, menjadi langkah strategis dalam mendukung penguatan ekonomi lokal. Tidak sekadar menjadi ajang pameran, lanjut dia, namun juga upaya membentuk sistem ekonomi yang berkelanjutan.
“RembangExpo akan sangat membantu mereka, pelaku UMKM, meningkatkan penjualan, ide, dan inovasi. Dan kita harapkan mereka bisa naik kelas,” kata Hanies saat membuka RembangExpo.
Di lokasi, seorang pedagang lontong tuyuhan bernama Rois mengaku dagangannya habis terjual sejak sore hari dan harus mengisi ulang stok, untuk dijual kembali di malam pembukaan. “Alhamdulillah, tadi siang saya buka lapak, sore sudah habis, kemudian isi ulang lagi. Sangat membantu kita, RembangExpo,” ujar Rois.
Pameran foto, kata Wabup, bukan sekadar pajangan foto, melainkan ruang dialog dan refleksi bagi masyarakat, untuk memaknai Rembang lebih dari sekadar angka statistik. “Di momen ini, kita ingin merayakan Hari Jadi Kabupaten Rembang dengan berkumpul bersama para seniman untuk berdiskusi. Saya yakin, pameran ini juga menjadi ajang berekspresi bagi kawan-kawan,” katanya.